Breaking News

KSOP Akui Pengiriman Sapi Betina Produktif masih Terjadi

Pengiriman Sapi Melalui Pelabuhan/ Foto Indonesiaberinovasi


Kota Bima, Berita11.com—Kepala Kantor  Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bima, H. Muhammad Junaidin mengakui pengiriman sapi dan kerbau betina produktif melalui pelabuhan setempat masih terjadi. Hal itu tidak bisa dicegah oleh kantor setempat karena bukan merupakan domain KSOP.

“Kemungkinan masih lolos pengiriman itu masih ada. Saya katakan memang masih ada pengiriman itu. Prinsipnya kita tidak menyeleksi jenis sapi yang dikirim keluar daerah,” katanya kepada Berita11.com di KSOP Bima, kemarin.

Menurutnya, pengawasan pengiriman sapi dan kerbau betina produktif keluar daerah bukan tugas dan kewajiban KSOP Bima. Jika pun pemerintah Kota Bima dan Kabupaten Bima ingin menyeleksi jenis sapi yang dikirim keluar daerah, maka bisa mengawasi sendiri. Apalagi regulasi tentang  larangan pemotongan hewan betina produktif hanya diatur dalam Peraturan Daerah (Perda).

“Itu bisa diawasi sendiri, toh melewati wilayah mereka. Seharusnya petugas dari Dinas Peternakan dan Pol PP bisa mengawasi sebelum sampai di pelabuhan sini,” ujarnya.
Dijelaskannya, sesuai ketentuan, dalam mengeluarkan surat layak jalan untuk kapal. KSOP hanya merujuk surat rekomendasi dari kantor Karantina Hewan. “Kita sebenarnya mau saja membantu pemerintah daerah jika ada koordinasi, membantu pengawasan. Tapi ingat itu bukan kewajiban kami. Hanya membantu saja,” katanya.

Diakuinya, pada saat hari normal atau beberapa bulan sebelum Idul Adha, pengiriman sapi melalui pelabuhan Bima rata-rata mencapai 1500 ekor per bulan. Namun ketika menjelang Idul Adha sapi lebih dari 2.000 ekor.

Sebelumnya, Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Kota Bima, Cahyadi  mengatakan, pengiriman sapi betina produktif melalui masih terjadi karena permainan oknum-oknum  tertentu. Padahal regulasi tentang larangan pengiriman ternak betina produktif sudah jelas.

Larangan pengiriman sapi dan kerbau betina produktif diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Bima, Perda Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Pengendalian Pemotongan Ternak Ruminansia Besar Betina Produktif. Serta Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan yang mengatur kewajiban Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota mengatur populasi ternak sapi dan kerbau betina produktif.

Selain itu, ketentuan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 35 Tahun 2011 tentang Pengendalian Ternak Ruminansia Betina Produktif yang dimaksudkan untuk mempertahankan ketersediaan bibit ternak  sapi dan kerbau betina produktif. Pengiriman ternak dari Kota Bima diduga dilakukan melalui pelabuhan bayangan di Kelurahan Kolo Kota Bima. (US)

No comments