Breaking News

La Nina Lemah, Petani Diminta Optimalkan Potensi Lain

Kepala BMKG Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Daryatno. Foto Sukri Berita11.com

Bima, Berita11.com— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stamet Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima memprediksi potensi La Nina atau curah hujan September hingga November 2016 masih lemah. Untuk itu, petani diharapkan mengoptimalkan potensi lain seperti memanfaatkan mata air dan sumur bor.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stamet Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Daryatno SP, menyatakan, sesui data BMKG maka potensi La Nina beberapa bulan cukup lemah atau 56 persen.

“Jadi untuk mengangkat hujan itu lemah sekali makanya bulan September ini kemungkinan turun hujannya sedikit, hanti November baru intensitas bagus,” katanya kepada Berita11.com di Dispertapa dan Hortikultura Kabupaten Bima, Kamis (1/9/2016).

Mantan Kepala BMKG Stamet Bandara Ngurah Raih ini optimis petani di Bima akan mampu mengoptimalkan produksi pertanian meskipun curah hujan rendah. Apalagi selama ini petani di Bima mampu bertahan walaupun diterpa berbagai jenis musim.  Hampir sepanjang tahun dimanfaatkan sebagai waktu menanam, sehingga target pemerintah mewujudkan ketahanan pangan melalui dukungan Kabupaten Bima akan terwujud.

“Jadi, tidak bergatung kepada curah hujan saja, mencari mata air. Memaksimalkan mata air atau pengeboran sumur. Saya yakin kalau dimaksimalkan di NTB ini banyak mata air,” katanya.

Menurutnya, untuk mengantisipasi curah hujan yang terbatas, petani bisa menyiasatinya dengan memilih varietas tanaman yang bisa bertahan dengan kondisi air yang terbatas. Misalnya padi dan tebu terdapat varietas tertentu yang bisa bertahan pada kondisi air terbatas.

“Mudah-mudah walaupun La Nina lemah ada pertumbuhan hujan, beberapa tempat turun hujan. Cuma hujan tidak optimal nanti November dan Desember baru,” harap Daryatno. (US)

No comments