Breaking News

Lalu Rudi Irham Srigede Sosok Sederhana yang Dekat dengan Masyarakat

 
Lalu Rudi Irham Srigede Foto Bersama Sejumlah Wartawan dan Komunitas Budaya di Bima

Kota Bima, Berita11.com— Sosok mantan Komandan Resor Militer (Korem) 162 Wirabhakti Mataram NTB, Kolonel CZi Lalu Rudi Irham Srigede, ST.,M.Si merupakan figur yang dekat dengan masyarakat Bumi Gora. Bahkan sudah lama familiar dengan masyarakat Bima dan Pulau Sumbawa pada umumnya.

Tidak mengherankan sosok Rudi Irham Srigede sudah banyak dikenal di kalangan masyarakat bawah, ketegasan,kebiwaan serta pembawaannya yang cukup santun dan meringankan tangan untuk membantu serta memberikan solusi di tengah masyarakat yang sedang sulit, membuat dirinya cepat dikenal oleh masyarakat NTB termasuk di Bima.

Rudi Irham Srigede yang saat ini masih aktif dijajaran TNI, sebelumnya pernah menjabat Komandan Korem 162 WB NTB, sehingga tidaklah heran seluruh masyarakat di kota dan kabupaten di NTB yang menjadi tangungjawabnya disambangi hingga pelosok desa. 

Dari situlah dirinya mulai dikenal masyarakat bawah termasuk kepribadiannya yang cukup ramah dan bertindak cepat dalam membantu setiap persoalan di tengah masyarakat.
Karena sikapnya yang dekat dengan masyarakat, maka tak heran banyak tokoh-tokoh masyarakat di NTB yang mengingikan sosoknya untuk bisa memimpin NTB menggantikan DR. Zainul Majdi, MA (Tuang Guru Bajang) saat Pilgub NTB tahun 2018 mendatang.

Soal permintaan sejumlah tokoh masyarakat NTB dan beberapa elemen, Rudi Irham Srigede mengisyaratkan siap maju sebagai bakal calon Gubernur NTB tahun 2018-2023 mendatang. Itu disampaikannya menjawab pertanyaan wartawan di Hotel Mutmainnah Kota Bima, Sabtu (17/9/2016).

“Bila ada kepercayaan dari lapisan masyarakat NTB pada umumnya kenapa tidak? Karena kepercayaan masyarakat itu merupakan amanah serta harapan masyarakat kepada kita untuk memimpin daerah NTB ini ke arah yang lebih baik,” ujarnya kepada wartawan di Hotel Mutmainnah Kota Bima.

Sejak beberapa bulan lalu, Rudi Irham Srigede sudah bertugas sebagai Irdam IX Udayana Denpasar Bali, namun dirinya tidak pernah melupakan Bumi Gora. Bahkan tetap melakukan silahturahmi dengan sesepuh dan masyarakat yang di NTB, dengan memanfaatkan kesempatan waktu luang disela-sela kesibukan dinasnya.



Dapat Dukungan dari Sahabat, Tokoh dan Parpol

Selama turun ke sejumlah desa di NTB, Rudi Irham Srigede selalu mendapatkan dukungan positif. Bahkan secara langsung masyarakat memintanya untuk mencalonkan diri sebagia calon Gubernur NTB. Bahkan tidak sedikit sahabat dan sesepuh masyarakat NTB yang mendorongnya untuk maju sebagai calon pemimpin Bumi Gora.

“Insyah Allah saya akan maju dan sekarang tinggal melihat prosesnya untuk saya kaji lebih lanjut,” katanya.

Soal kendaraan politik, hingga kini Lalu Rudi Irham Srigede masih mengkajinya apakah akan menggunakan jalur independen atau partai politik. Elektabilitasnya dalam masyarakat juga lebih baik. Beberapa Parpol memberikan respon yang positif mendukungnya untuk maju sebagai bakal calon Gubernur NTB.

“Partai mana yang akan digunakan sebagai kendaraan politik, itu urusan nanti. Intinya saya sudah bangun komunikasi dengan semua partai,” katanya.

Mengenai jabatannya di militer, pria yang pernah menjabat sebagai Danton Batalyon Zeni Tempur 5 Dam V/ Brawijaya Jawa Timur ini siap menanggalkan jabatan dari TNI apabila lebih banyak masyarakat yang mendukungnya maju sebagai calon Gubernur NTB.

“Semuanya sudah ada aturanya masing-masing, tentunya saya yang kebetulan berlatar belakang dari TNI harus melalui prosedur dan aturan yaitu harus kita minta ijin ke atasan mulai dari tingkat Pangdam sampai Panglima TNI. Apalagi TNI ini sudah ada aturan baru harus mundur dari jabatan, hal ini harus saya kaji betul-betul,” katanya.

Jika diberikan amanah memimpin NTB, Rudi Irham Srigede bertekad memajukan NTB dari segala aspek. Hal pertama yang akan dilakukannya, menjamin keamanan daerah agar seluruh program dan investasi dapat terlaksana dengan baik. Selain itu, membangun komunikasi aktif mulai dari tingkat bawah atau desa sehingga setiap aspirasi masyarakat akan direspon.

Menurut Rudi, persoalan demonstrasi di beberapa daerah di NTB terjadi karena sempitnya ruang dialog atau komunikasi antara masyarakat dengan pengambil keputusan dan birokrasinya.

“Timbulnya demo-demo itu karena tidak adanya komunikasi dan keterbukaan serta tidak adanya itikad baik. Kalaupun ada persoalan kita panggil, kita berikan solusinya. Jika tidak bisa berikan hari itu, kita berikan jawaban melalui media massa. Saya menginginkan ada tempat bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya,” ujarnya.

Putra mantan Wakil Gubernur NTB ini melihat potensi agraris di Bumi Gora adalah kekayaan yang bisa dikelola secara baik untuk menyejahterakan masyarakat. Itu merupakan salah satu konsennya sejak lama termasuk saat menjabat sebagai Danrem 162 WB, sehingga mendukung upaya swasembada pangan.

“Kita juga perlu membangun komunikasi hingga tingkat bawah. Itu yang paling penting selain mewujudkan keamanan. Karena keamanan sangat mutlak, kalau semuanya aman maka roda pembangunan dapat berjalan,” ujarnya. (SK/*)

No comments