Breaking News

Nah, Apotek Pemesan Tramadol itu Berhenti Beroperasi

Ilustrasi. Foto Tribunnews


Kota Bima, Berita11.com— Ini peringatan bagi apotik lain yang menjalankan praktik nakal untuk meraup keuntungan terselubung. Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima akan menindak tegas apotek yang kedapatan menjual obat keras tanpa prosedur yang berpeluang disalahgunakan.

Beberapa waktu lalu Dikes Kota Bima mengeluarkan surat penghentian operasional apotek Citra yang memesan ribuan butir tramadol yang kemudian diamankan aparat Kepolisian Resor Bima Kota. Setelah surat penghentian operasional itu dikeluarkan, Kamis (22/9/2016) Dikes Kota Bima menerima surat pengunduran diri apoteker dari apotik itu.

“Dia mengundurkan diri karena kedapatan obat tramadol itu. Sementara kami hentikan operasional sampai proses hukum berjalan. Tadi ada suratnya yang masuk apotekernya berhenti,” ujar Kepala Dikes Kota Bima, Drs H Azhari kepada Berita11.com di Dikes Kota Bima, Kamis (22/9/2016).

Ia mengisyaratkan, pasca kasus apotik Citra, Dikes intensif melaksanakan pengawasan terhadap sejumlah apotik.

“Kalau setiap malam saya kadang meninjau apotik. Saya tinjau sendiri, kadang-kadang saya pura-pura tanya itu obat apa, tapi kadang-kadang mereka (petugas apotek) salah memberikan obat,” ujar mantan Kepala Dinas Tata Kota dan Pertamanan Kota Bima ini.

Azhari mengingatkan seluruh apotik agar tidak sembarangan memberikan obat keras pembeli. Namun harus mengikuti ketentuan dan prosedur yang ada. Misalnya harus dengan resep dokter.

“Kalau tramadol itu mohon dihindari kalau tidak perlu betul, tramadol itu obat penahan rasa sakit pasca operasi,” ujarnya.

Mengenai peluang penyalahgunaan tramadol melalui unit layanan kesehatan dasar atau Puskesmas,  Azhari memastikan hal itu tidak pernah terjadi karena obat tramadol hanya tersedia di rumah sakit fase pertama atau rujukan.

“Saya pikir kalau apotik ini sangat sensitif, karena kalau salah dia akan membunuh generasi,” ujarnya. (US)

No comments