Breaking News

Pantau Radikalisme tak Cukup Anggaran Rp1 Miliar

Bakesbangpol Kota Bima Terkendala Anggaran Dalam Mereduksi Paham Radikalisme.


Kota Bima, Berita11.com— Kerja Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Bima dalam mencegah dan mereduksi paham redikalisme dalam masyarakat di Kota Bima terbatas.

Sekretaris Bakesbangpol Kota Bima, Siti Asmah, mengatakan, kegiatan pemantauan, pencegahan dan upaya mereduksi paham radikalisme atau terorisme membutuhkan anggaran yang banyak. Jadi tidak terbatas anggaran Rp1 miliar seperti yang dialokasikan selama ini.

“Sekarang gerak dan langkah kita terbatas karena persoalan anggaran. Paling sekarang monitoring dua kali dalam setahun. Padahal seharusnya rutin. Ini kebanyakan kita di kantor,” katanya kepada Berita11.com, Kamis (1/9/2016).

Dikatakannya, kegiatan pengawasan yang mestinya juga dilakukan Bakesbangpollinmas diambil alih aparat lain karena anggaran yang terbatas. “Padahal kita ini intelnya pemerintah. Nggak cukup dengan anggaran satu miliar lebih tapi idealnya 3-4 miliar,” katanya.

Menurut Asmah, fungsi pencegahan mesti diutamakan dalam mereduksi gerakan dan paham radikalisme di Kota Bima. Target itu harus dipahami berbagai pihak termasuk legislatif yang membidangi anggaran. “Seharusnya monitoring itu yang diperbanyak, tapi mau bagaimana kalau anggarannya kecil,” ujarnya.

Untuk penanganan konflik di gerakan radikalisme Bakesbangpollinmas sudah membentuk dan menyiapkan anggaran untuk Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Komunitas Intelejen Daerah (KOMINDA) dan alokasi untuk Penanganan Konflik Sosial (PKS). Bakesbangpollinmas juga memetakkan sejumlah lokasi rawan konflik di Kota Bima seperti Kelurahan Rabangodu, Penatoi, Penaraga, Paruga, Dara dan Tanjung. (US)

No comments