Breaking News

Penanganan Tramadol tak Hanya Tugas Polisi, Perlu Gerakan Masif

Wartawan dan Kasat Narkoba Polres Bima saat Diskusi Bersama. Courtessy FB Sonny Mbojo


Bima, Berita11.com— Perang terhadap penyalahgunaan obat tramadol dan Narkoba di Kabupaten Bima tidak hanya menjadi tugas aparat kepolisian semata. Namun perlu atensi bersama berbagai pihak terutama masyarakat, sehingga diperlukan gerakan massif.

Kepala Satuan Narkoba Polres Bima, Inspektur Satu I Made Dimas, SH, S.Ik mengatakan untuk memangkas peredaran tramadol dan Narkoba hingga akar bukan hanya tugas aparat kepolisian. Namun perlu gerakan masif dari semua pihak.


Baca Juga:


“Tidak hanya kita. Tramadol itu obat ringan bukan jenis Narkoba. Yang tepat itu BPOM dan Pemerintah setempat seperti desa dan Pemda,” ujarnya saat diskusi dengan wartawan di rumah makan BBA Palibelo, Kamis (8/9/2016). 

menurutnya, solusinya jika tramadol makin tak terkendali , maka Pemda dapat membentuk satuan gabungan sementara (Satgas). Sehingga perlu juga dikuti oleh peraturan dinas terkait mengenai pembatasan jumlah tramadol yang beredar. 

“Harus ada regulasinya juga dari dinas kesehatan. Agar jumlah tramadol yang dijual di apotik terbatas,” katanya.

Pada bagian lain, Kamis (8/9/2016) siang,  Persatuan Pemuda Anti Korupsi (PPAK) Bima NTB yang dikoordinir oleh Usman menggelar aksi di kantor Badan Narkotika Kabupaten (BNK). Massa menilai belum ada keseriusan dalam pemberantasan narkotika di wilayah Kabupaten Bima, Kota Bima dan Dompu.  (ID) 

No comments