Breaking News

Penobatan Jenateke XVII Disaksikan Ribuan Warga dan Tamu


Prosesi Penobatan Jenateke yang Dilakukan Ketua Majelis Adat Bima, DR. Siti Maryam. Foto Berita11.com


Bima, Berita11.com— Muhammad Putera Ferryandi, anak mendiang almarhum Sultan ke-XVI Kesultanan Bima, H. Ferry Zulkarnain ST dinobatkan sebagai Jenateke XVII atau raja muda ke-17 Kesultanan Bima. Penobatan berlangsung meriah di Istana Kerajaan Bima/Asi Mbojo Minggu pagi (18/09/2016) disaksikan ribuan warga dan undangan. 

Prosesi penobatan diawali beberapa pertunjukan budaya pra acara seperti tarian tradisonal gantao, tarian lopi penge, hadra, sere dan tarian bura bongi monca. Ritual tersebut merupakan tahapan yang harus dijalani oleh seorang calon raja Kesultanan Bima. 



Baca Juga
Abdul Karim: Kalau Mau Tolak Penobatan Jenateke, Silakan ke Asi Mbojo


Dalam perjalan menuju istana, calon Jenateke diarak dengan menunggangi kuda jantan. Perjalanan tersebut dikawal pasukan perang bersenjata. Rombongan diiringi atraksi tarian bura bongi monca hingga menuju istana. Lantunan alunan alat musik tradisional khas Bima menambah sakral prosesi tersebut. 


Lebih dari seribu tamu undangan dan masyarakat yang memadati pelataran istana terlihat berbondong-bondong menyaksikan acara. Menariknya, mereka mengabadikan momen langka itu dengan mengambil foto dari kejauhan. Bahkan karena takut ketinggalan, ada yang mengambil dari jarak dekat sehingga sedikit menghabat perjalanan calon Jenateke. Beberapa aparat Polisi Pamong Praja diterjunkan membuat pagar batas untuk mengamankan jalur yang dilalui Putrah Mahkota. 

Setelah sampai di beranda istana calon Jenateke duduk ditempat penobatan. Selanjutnya disusul acara pengantaran mahkota kerajaan dan keris tatarapa ke dalam istana. 


Sebelum dinobatkan calon Jenateke menjalani ritual penobatan seperti calon raja sebelumnya, yakni, Mihu atau peryataan kesiapan penobatan, dialog dan nasihat kepada calon Jenateke oleh pejabat nenti mone Dara. 


Acara kemudian dilanjutkan pemasangan mahkota dan pemberian keris tatarapa. Prosesi tersebut dilakukan oleh Ketua Majelis Adat Bima, DR. Siti Maryam Salahuddin. Setelah itu didirangkaikan dengan prosesi atraksi makka, ka-nde, buja kadanda, mpa’a sampari dan diakhiri tari klasik lenggo. 

Sedikitnya ada 30 tamu istimewa yang hadir dalam acara penobatan. Diantaranya, sultan Mahmud Badaruddin, sultan Palembang Darussalam, Ratu Petunam Tanah Rata Kokoda Papua Barat, Kesultanan Bulungan Kalimantan, Raja Gowa, Pakualam Yogyakarta, Pura Agung Singaraja Buleleng Bali, Anak Agung Wedakarma Istana Tampak Siring, Lalu Putrie MPd, Lalu Satria Wangsa, Dewan Adat Nasional. Kesultanan Dompu, susuhunan Kanjeng Wirabhumi dan Sekretaris Jenderal Forum Silaturahmi Keraton Nusantara. 

Hadir sejumlah tokoh Nusa Tenggara Barat (NTB) seperti mantan Gubernur NTB Drs H. HarunAl-Rasyid, mantan Danrem 162 Wirabhakti, Kolonel Lalu Rudy Irham Srigede, ST, M.Si,  mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, DR. Hamdan Zoelva, Rektor Universitas Padjajaran Bandung dan ketua DPP Partai Bulan Bintang. 


Usai penobatan, Jenateke melambaikan tangan pada para tamu dan masyarakat sebagai tanda kebijaksanaan seorang raja. Setelah itu, setiap tamu istimewa diberi kesempatan untuk menyerahkan cendera mata berupa benda-benda pusaka dari kerajaan mereka. Setelah itu kemudian diakhiri dengan foto bersama. (ID) 




Foto-Foto Prosesi Penobatan Putra Mahkota Bima/ Jenateke Minggu (18/9/2016).












No comments