Breaking News

Perang Terhadap Tramadol, Kopermu Gugah Kepedulian Pemerintah

Aksi Konvoi Kopermu Menolak Peredaran Tramadol di Bolo.


Bima, Berita11.com—  Belasan pemuda dari gabungan organisasi (Ormas) yang menamakan diri  Komunitas Pemuda dan Remaja Muslim (Kopermu) melakukan konvoi di desa di Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, Kamis (8/9/2016). Aksi ini merupakan bentuk keprihatinan terhadap tindak kejahatan yang terjadi akibat pengaruh Narkoba dan tramadol. 

Aksi diawali di depan gedung serbaguna di Desa Kananga Kecamatan Bolo
 sekitar pukul pukul 9.30 Wita star dari Paruga Nae Bolo menuju Desa Nggembe. Setelah itu konvoi   Kopermu melewati dusun Jala Desa Nggembe Kecamatan Bolo menuju persimpangan Desa Daru kemudian menuju Cabang Donggo, menuju pasar raya Bolo. Setelah itu massa berhenti di persimpangan di depan Mapolsek Bolo.

Mobilitas ormas dikawal oleh aparat kepolisian sektor (Polsek) Bolo yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Bolo AKP Abdul Khair. 

Salah satu anggota
ormas, Briansyah (27) mengatakan aksi tersebut merupakan upaya kampanye anti Narkoba, tramadol, begal dan pencurian sepeda motor. Menurutnya berbagai kasus itu saling berkaitan sehingga harus berantas. Kita turun untuk mengajak masyarakat untuk menjauhi tindak kejahatan yang kian meningkat,” katanya. 

Selain konvoi, masa juga membagikan selebaran yang berisisi tuntutan kepada aparat penegak hukum untuk segera mengusut kasus hingga tuntas.
Mereka juga membantu aparat kepolisian dalam menyampaikan pemahaman sanksi bagi penjual tramadol dengan membagikan selebaran dari Polres Bima. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menekan penyalahgunaan dan peredaran tramadol. 

Pada saat orasi, Korlap Kopermu, Ikraman menyampaikan empat tuntutan. Yakni mendesak pihak kepolisian segera memburu dan menangkap seluruh bandar dan pengedar tramadol di wilayah Kabupaten Bima. Selain itu,  mendesak aparat kepolisian segera  memutus jaringan pengedar tramadol, Curanmor, begal dan pelaku kriminal.

Massa juga meminta aparat kepolisian untuk melaksanakan patroli keliling  secara berkala di seluruh wilayah Kecamatan Bolo dan  mendesak Pemerintah Kabupaten Bima dan DPRD Kabupaten Bima segera membuat regulasi terkait.

Setelah melaksanakan aksi, massa kemudian beraudiensi dengan Camat Bolo, Muslimin, S.Sos dan Kapolsek Bolo AKP Khair. 

Menanggapi tuntutan massa, Camat Bolo Muslimin, S.Sos  mengatakan,  pada prinsipnya perang terhadap tramadol dan berbagai penyakit masyarakat yang sudah mewabah di wilayah Bolo sudah menjadi tanggungjawab pemerintah, terutama pemerintah desa.

Untuk itu, kepala desa harus membuat regulasi pada tingkat bawah yakni Peraturan Desa (Perdes) yang mengatur tentang penjualan tramadol serta sanksinya. Kepala desa juga diharapkan mengaktifkan kembali pos kamling. (ID/IM/RN)

No comments