Breaking News

Rasio Elektrifikasi di Bima Mencapai 76 Persen

Kantor PLN NTB Area Bima. Foto Berita11.com


Kota Bima, Berita11.com— Hingga saat ini rasio elektrifikasi di Kota dan Kabupaten Bima sudah mencapai 76 persen. Berdasarkan data PLN NTB Area Bima, jumlah penikmat strum yang tersebar dalam empat wilayah rayon yakni  rayon Kota Bima, Sape, Woha dan Dompu sudah mencapai 178.000 pelanggan.

Pelaksana Harian Manager Perusahaan Listrik Negara (PLN) NTB Area Bima, Mustafa menyebutkan, hingga saat ini hampir seluruh penduduk di Kota dan Kabupaten Bima sudah menikmati aliran listrik.

“Kalau daftar tunggu berkurang, kalau di Kota Bima bahkan hampir nggak ada,” ujar Mustafa kepada Berita11.com di kantor PLN Area Bima, kemarin.

Diakui Mustafa, kendati rasio elektrifikasi hampir mancapai 100 persen, namun kelurahan di Kota Bima dan sejumlah desa di Kabupaten Bima masih ada yang belum menikmati aliran listrik. Termasuk sejumlah desa di Kecamatan Tambora Kabupaten Bima.

Salahsatu kelurahan yang belum menikmati listrik di Kota Bima yaitu lingkungan Ndano Nae Kelurahan Ntobo Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima dan desa terpencil di ujung Kecamatan Monta Kabupaten Bima. Penyebabnya, karena PLN sulit membangun infrastruktur listrik lantaran kondisi jalan yang sangat sulit dilalui truk pengangkut tiang listrik.

“Bahkan truk yang coba membawa tiang itu hampir terbalik. Memang sebelum itu kepala desa menyampaikan kepada kami bahwa tidak ada masalah akses jalan. Tapi kenyataan di lapangan itu sangat sulit,” ujarnya.

Dikatakannya, karena kondisi jalan yang sulit dilalui kendaraan, PLN terpaksa mengalihkan pemasangan tiang di desa lain yang masih mudah dijangkau. Khusus untuk kebutuhan listrik beberapa desa di Kecamatan Tambora, PLN Area Bima sudah menerima surat dari sejumlah kepala desa. Penyediaan infrastruktur listrik di desa dilaksanakan melalui program listrik pedesaan (Lisdes) yang didanai Bank Dunia (World Bank).

“Tapi angka permohonan pemasangan baru itu semakin kecil. Kecuali di kelurahan atau desa yang sulit dilalui truk pengangkut tiang,” ujarnya.

Menurut Mustafa, berkurangnya permohonan pemasangan baru juga dilihat target pemasngan baru sebanyak 12 ribu yang tidak tercapai. Persoalan itu disebabkan karena masyarakat enggan memasang listrik setelah pemerintah menghapus subsidi listrik untuk 450-900 VA dan menetapkan warga yang tidak memiliki kartu miskin wajib memasang meteran minimal 1300 VA. (US)


No comments