Breaking News

Sudah Tiga Kali SDN Inpres Talabiu Disegel, Mengapa?

Akibat Penyegelan Guru Tidak Bisa Beraktivitas Dalam Ruangan. Foto Berita11.com


Bima, Berita11.com— Sejak ditinggal kepala sekolah definitif, sudah tiga kali Sekolah Dasar Negeri (SDN) Talabiu Kecamatan Woha Kabupaten Bima disegel. Kemarin, Rabu (14/9/2016) pagi, sekolah tersebut juga disegel. Persoalan tersebut membuat bingung guru di sekolah setempat.

Guru SDN Inpres Talabiu, Hafsah mengatakan, setiap ada pengisian jabatan kepala sekolah terutama oleh pelaksana tugas (Plt) sekolah setempat selalu disegel oleh oknum tertentu. Padahal setiap persoalan bisa diselesaikan dengan jalan lain tanpa harus mengganggu fasilitas di sekolah setempat.

“Kami juga heran sudah tiga kali disegel, setiap ada kepala sekolah baru itu selalu disegel. Entah apa maunya,” katanya kepada wartawan di SDN Inpres Talabiu, Rabu (14/9/2016).

Menurut Hafsah, jika persoalan penyegelan terjadi karena adanya pergantian Plt kepala sekolah, seharusnya itu terjadi. Karena menganggu kegiatan belajar mengajar. “Walaupun yang disegel adalah ruang guru dan ruang kepala sekolah, tapi tetap menganggu karena kita pendukung kita ada di dalam seperti bel sekolah maupun ruangan kita,” katanya.

Diakuinya, penyegelan SDN Inpres Talabiu diketahuinya sejak pukul 07.00 Wita. “Saat itu saya hendak masuk ruangan menekan bel masuk, tapi pintu sudah digembok. Ini sangat kita sayangkan. Saya sempat tanya siapa yang gembok dan si guru itu menjawab bahwa dia yang gembok,” katanya.

Mantan Plt Kepala SDN Inpres Talabiu, Junaidin MPd mengaku dia diangkat sebagai pelaksana tugas di sekolah setempat sejak 1 September 2015 lalu dan belum lama ini, sejak 1 September 2016  tanpa  SK pemberhentian ada pengangkatan Plt Kasek baru M. Nur Djakariah, S.Pd. hal tersebut memunculkan persoalan dualisme kepemimpinan di sekolah setempat. Padahal mestinya Dinas Dikpora Kabupaten Bima menghentikan SK Plt lama.

“Itulah persoalannya, seharusnya ada dulu SK pemberhetian jangan lagi muncul SK baru,” katanya.

Diakuinya, sudah lebih dari dua tahun SDN Inpres Talabiu dipimpin oleh pelaksana tugas sejak Kasek lama meninggal dunia. Hal itu memunculkan persoalan administrasi.  Sejak tahun 2014 lalu, ijazah alumni SDN Inpres Talabiu belum ditandatangani Kasek.

“Karena yang berhak menandatangani ijazah itu adalah kepala sekolah definitif, bukan pelaksana tugas. Sebenarnya harus segera diisi dengan kepala sekolah definitif agar persoalan di sini teratasi,” katanya. (AG/US)


No comments