Breaking News

Tahun 2017 Pemotongan Hewan harus di RPH

Rumah Potong Hewan Kota Bima pada Hari Biasa Tampak Sepi. Foto Berita11

Kota Bima, Berita11.com— Pemerintah Kota Bima mulai ketat menerapkan peraturan tentangg pemotongan hewan. Tahun 2017 mendatang pemotongan hewan besar seperti sapi dan kerbau harus dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH).
Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Kota Bima, Cahyadi mengatakan, pengaturan pemotongan hewan di RPH juga sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Bima dan Undang-Undang Tentang Hewan.
“Tahun depan itu pemotongan wajib dilakukan di RPH. Kita sudah sosialisasi kepada masyarakat  dan perangkat terkait,” katanya kepada Berita11.com di Dispertanak, Rabu (8/9/2016).
Menurut Cahyadi, pemotongan di RPH lebih terjamin kebersihan dan kelayakannya untuk dikonsumsi. Karena sebelum pemotongan kesehatan hewan akan dicek oleh dokter atau petugas Keswan. Pemeriksaan dilakukan sebelum dan sesudah pemotongan. “Pemotongan itu didorong dilakukan di RPH karena lebih terjamin higenitasnya,” katanya.
Diakuinya, memang selama ini ada asumsi masyarakat yang meragukan pemotongan melalui RPH karena dianggap menggunakan mesin. Padahal pemotongan dilakukan tenaga jagal yang dibantu peralatan. Selain itu, kendala masyarakat enggan memotong di RPH karena kuatir membutuhkan waktu lama lantaran harus mengantri.
Untuk mengantisipasi itu, Dispertanak akan berupaya meningkatkan kualitas Tempat Potong Hewan (TPH) di Kota Bima yang tersedia 10 unit. Pada hari biasa aktivitas pemotongan hewan di Kota Bima setiap bulan mencapai 10-20 ekor per hari. Namun pada saat menjelang Idul Adha meningkat menjadi 30 ekor per hari.

Hingga saat ini pengelolaan RPH di Kota Bima dilaksanakan oleh PT. Berdiri Kari (BUMN). Namun Dispertanak Kota Bima akan mendorong agar setiap pemotongan juga tersedia biaya yang akan menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD).
Pemotongan hewan kurban juga akan diarahkan dilaksanakan di RPH, sehingga lebih terjamin. Pada setiap tahun petugas Keswan menemukan cacing hati dalam hewan kurban. Jika ada penumpukan cacing hati pada hewan kurban maka akan diminta agar tidak dibagikan kepada warga. Jika pun harus dibagi harus dimasak pada derajat lebih tinggi.
“Kita akan lakukan pendataan hewan dilaksanakan dua petugas Keswan dan dibantu pendamping dari kelurahan satu orang,” ujar Cahyadi. (US)

No comments