Breaking News

Tim Gakum Pengawasan Garam Ditatar Cara Uji Yodium

Anggota Tim Gakum Sedang Mengikuti Pendampingan QC. Foto Berita11.com


Bima, Berita11.com— Pengiriman garam tidak beryodium keluar daerah masih marak terjadi di wilayah Kabupaten Bima. Namun pada sisi lain pengawasan masih lemah karena kurangnya kapasitas aparat mengetahui jenis garam yang beryodium. Untuk itu, Micronutrient Initiative (MI), lembaga nirlaba dari Kanada melatih tim penegakkan hukum (Gakum) pengawasan garam.

Kegiatan pelatihan Quiltiy Control (QC) yang dilaksanakan di halaman belakang Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Bima, Rabu (29/9/2016) diikuti 30 peserta dari unsur TNI, Polri, Polisi Pamong Praja dan aparatur Disperindag Kabupaten Bima.

Salt Extender MI Indonesia, Rahmadianty, SP mengatakan, melalui pelatihan pengujian kadar yodium peserta diharapkan mengetahui cara menguji kadar yodium, sehingga bisa mengawasi upaya pengiriman garam keluar daerah. Hal tersebut sekaligus untuk meneggakan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2009 Tentang Garam yang wajib sudah iodisasi.

“Kita berharap tim Gakum ini mengetahui caranya mengetahui uji iodisasi dan tingkat kadarnya. Karena setiap hari pengiriman garam tak beryodium itu masih terjadi,” ujar Rahmadianty.

Sesuai ketentuan, standar yodium garam yakni 30-80 part per milion (PPM). Jika tidak ketentuan  tersebut maka harus dilaksanakan iodisasi ulang. Bila tidak, sesuai diatur dalam Perda Nomor 3 Tahun 2009, pelanggaran terhadap ketentuan tersebut bisa diancam penjara 6 bulan dan denda minimal Rp5 juta. (US)

No comments