Breaking News

Titik Api Terpantau di Wilayah Tambora

Aktivitas Pembakaran Lahan juga Dilakukan Malam Hari oleh Petani. Foto Berita11.com


Bima, Berita11.com— Memasuki musim kemarau, masyarakat dan petani di Bima harus mewaspadai potensi kebakaran, termasuk menghindari pembakaran lahan. Sejauh ini, ada satu titik api (hostpot) yang terpantau oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stamet Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, yakni di Kecamatan Tambora.

Kepala BMKG Stamet Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Daryatno SP, mengatakan, titik api di wilayah Tambora terpantau dalam peralatan BMKG. Hal itu perlu diwaspadai karena dampaknya bisa saja menimbulkan berbagai persoalan, termasuk kelancaran transportasi udara.

“Seperti tahun 2014 menggangu penerbangan. Dinas terkait juga harus mengantisipasi. Yang terdetek ada pembakaran, ada intensitasnya (di Tambora),” ujar Daryatno kepada Berita11.com di Dispertapa dan Hortikultura, jalan Soekarno-Hatta Kota Bima, Kamis (1/9/2016).

Menurutnya, keberadaan titik api berbahaya jika sudah mencapai lima titik karena akan menimbulkan asap yang mengganggu aktivitas masyarakat dan jarak pandang (visibility) kegiatan penerbangan. “Kami juga mencoba mendetksi dini. Hasil pemantauan kami siarkan juga melalui grup Siaga Bencana,” katanya.

Pada bagian lain, Kepala Dinas Kehutanan Kota Bima, Ir Abdurrahman Iba, mengingatkan masyarakat terutama petani yang memulai aktivitas bertani agar menghindari pembakaran lahan karena akan menimbulkan berbagai persoalan. “Persoalan utamanya itu sangat berbahaya. Bagaimana jadinya kalau api menjalar sehingga menimbulkan asap yang mengganggu,” katanya.

Diakuinya, Dishut sudah kerap menyampaikan peringantan kepada masyarakat atau petani agar menghindari pembakaran lahan dalam membersihkan vegetasi yang mengganggu. Tahun 2015 lalu tercatat titik api ditemukan di sejumlah lokasi di Kota Bima seperti di Kolo, dan doro Londa serta wilayah Timur Kota Bima.

“Kita sudah sampaikan peringatan. Bahkan kami memasang papan peringatan agar tidak membakar lahan,” ujarnya kepada Berita11.com. (US/SK)

No comments