Breaking News

Warning BMGK, Ketinggian Gelombang Capai 3,5 Meter

Peta Ketinggian Gelombang di Indonesia. Ilustrasi/ Ist


Kota Bima, Berita11.com— Stasiun Meteorologi Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima mengeluarkan peringatan kepada masyarakat terkait kondisi cuaca di wilayah Bima dan Dompu. Sabtu (10/9/2016), warga diminta agar mewaspadai ketinggian gelombang antara 3,5-4,0 meter.

Pesan tersebut dikeluarkan Stamet Meteorologi Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima melalui layanan pesan Forecaster on Dutty BMKG Bima nomor +6282340448422. Menanggapi masalah cuaca buruk tersebut, Kantor  Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bima mengisyaratkan akan mengeluarkan himbauan (warning) kepada nakhoda setiap ketinggian gelombang mencapai 2 meter.

“Patokan kita jika ketinggian gelombang sudah mencapai 2 meter, maka kita akan mengeluarkan peringatan atau himbauan kepada kapal yang akan berlayar,” ujar Kepala Kantor  Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bima, H Muhammad Junaidin kepada Berita11.com, kemarin.

Dijelaskannya, himbauan disampaikan kepada nakhoda kapal terutama untuk ukuran di bawah 500 Gross Tonase (GT).  Hanya saja sesuai pengalaman KSOP ketinggian gelombang di sejumlah perairan atau selat tidak selalu sama. Misalnya saja sesuai data Stamet Selaparang/ BIL ketinggian gelombang masih berkisar, sedangkan sesuai prediksi tanggal 9 dan 10 September 2016 ketinggian gelombang diperkirakan 2,5 meter ke arah Timur menuju Waikelo dan Labuan Bajo NTT, sedangkan ketinggian di Selat Lombok berkisar 3 meter.

Atas dasar tersebut KSOP Bima menyimpulkan bahwa pelayaran dari pelabuhan Bima menuju sejumlah daerah seperti Kalimantan dan Sulawesi masih relatif aman. Nakhoda kapal tidak hanya bisa menunggu informasi dan himbauan dari KSOP, namun bisa pro-aktif memanfaatkan kecanggihan teknologi dengan mengupdate informasi cuaca setiap saat.

Sebelumnya, dikonfirmasi secara terpisah di Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Bima, Kepala Stamet Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Daryatno, SP, MP mengatakan, curah hujan di wilayah Bima dan Dompu beberapa bulan ke depan diperkirakan masih kecil lantaran La Nina masih lemah. Pada saat musim kemarau warga diimbau mewaspadai gelombang tinggi dan menghindari pembakaran lahan karena kecepatan angin yang relatif tinggi akan membuat penyebaran titik api cepat merambat. (US)

No comments