Breaking News

18 Kecamatan Ikuti Lomba Cipta Menu

Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri Melihat Menu yang Dihidangkan Peserta.


Bima, Berita11.com— Sebanyak 18 kecamatan se-Kabupaten Bima yang diwakili masing-masing Tim Penggerak PKK kecamatan mengikuti Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) berbasis sumberdaya lokal Rabu, (19/10) di lapangan Tenis Setda Kabupaten Bima.

Pada acara yang berlangsung 1 hari ini, acara dibuka oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Bima H. Makruf, SE.
  
Makruf dalam sambutannya mengatakan Kabupaten Bima merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi pangan lokal yang cukup besar seperti ubi kayu, ubi jalar, jagung,  jewawut, gadung, pisang dan sukun yang menyebar secara merata di seluruh kecamatan.

Namun pemanfaatanya sebagai pangan utama maupun pangan alternatif oleh masyarakat belum optimal.  Hal ini disebabkan karena masyarakat lebih cenderung mengkonsumsi dan mengolah pangan dengan bahan dari beras dan terigu.

Dalam sambutannya dihadapan para Kepala SKPD, camat dan Pengurus TP. PKK Se-Kecamatan tersebut, Makruf mengatakan lomba cipta menu makanan   merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan pengetahuan  dan pemberdayaan keluarga guna menciptakan sumberdaya manusia yang berkualitas. 

“Ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi peningkatan pengetahuan, mendorong kreatifitas masyarakat, juga membiasakan keluarga untuk mengkonsumsi pangan sesuai dengan standar gizi dan sesuai potensi sumberdaya wilayah” katanya seperti dikutip Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Bima, M. Chandra Kusuma AP.

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kabupaten Bima Ir. Rendra Farid dalam laporannya mengatakan lomba yang secara rutin dilaksanakan setiap tahun tersebut bertujuan membangun kesadaran masyarakat dalam meningkatkan konsumsi pangan lokal yang memiliki sumber daya melimpah selain beras serta memahami bahwa pangan bukan hanya beras.

Kriteria lomba mengacu  pada enam aspek yang mencakup keanekaragaman jenis pangan, kreativitas pengembangan dan cita rasa menu yang ditampilkan. Aspek lainnya yang menjadi acuan penilaian adalah tampilan dan aspek keamanan pangan, penyediaan makanan aplikatif atau mudah dan penyiapan,  dan biaya yang rasional.

Rendra mengatakan kesadaran itu penting, sebab suatu saat produksi beras akan mengalami penurunan akibat adanya alih fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman, industri maupun kegiatan lainnya. Berdasarkan data yang ada, dalam setahun terjadi pengurangan tiga persen lahan pertanian atau dalam 10 tahun akan terjadi pengurangan 30 persen yang beralih menjadi tempat tinggal. “Sementara di sisi lain jumlah penduduk yang terus mengalami peningkatan juga menjadi tantangan tersendiri,” katanya.

Lomba  kata Rendra diharapkan akan meningkatkan citra pangan lokal yang dipersepsikan sebagai makanan kelas rendahan untuk selalu mendapatkan apresiasi yang tinggi di tingkat masyarakat. Selain itu lomba  juga diharapkan akan lahir menu makanan inovasi baru sehingga nanti akan muncul kuliner baru khas Bima yang bisa diandalkan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penilaian seluruh Kecamatan yang berlomba dan pada kesempatan tersebut, Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti turut memberikan penilaian. (AN) 

No comments