Breaking News

38 Kepala Sekolah Ikuti Rapat Rutin K3S Bolo

Suasana Rapat Rutin KKKS Kecamatan Bolo. Foto Ory Berita11.com


Bima, Berita11.com— Sebanyak 38 kepala sekolah yang tergabung dalam Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Bolo Kabupaten Bima mengikuti rapat rutin yang digelar di SDN Nggembe Kecamatan Bolo, Sabtu (15/10/2016).

Ketua KKKS SD/MI Bolo, Abas S.IP, M.Pd, menjelaskan, rapat rutin K3S merupakan bagian dari upaya kelompok kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan, dengan tujuan Sasaran Kerja Pegawai (SKP) seperti yanag terangkum dalam program kerja tahunan K3S SD/MI Bolo. “Dalam meningkatkan metode peningkatan mutu pendidikan lebih bagus. Sasaranya diantaranya adminitrasi sekolah,” ujar Abas kepada Berita11.com di SDN Nggembe, Sabtu (15/10/2016).

Dikatakannya, beberapa agenda yang dibahas bersama dalam rapat K3S yaitu persiapan pisah kenal kepala SDN Inpres Rato, Saad Hasan, S.Pd dan Kepala SDN Inpres Bontokape, Syarifuddin, S.Pd yang memasuki masa purna tugas.

Diakui Abas, dalam pelaksanaan program, K3S Kecamatan Bolo menghadapi sejumlah kendala diantaranya fasilitas pendukung seperti LCD proyektor dan kendala listrik ketika melaksanakan rapat pada sekolah tertentu. Untuk itu pemerintah diharapkan memerhatikan dan mendukung eksistensi K3S.

“Ada beberapa kendala yang kita hadapi, terutama kaitannya dengan listrik dan LCD,” katanya.

Menurut dia, keberadaan K3S memiliki peran strategis terutama dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Untuk itu sudah semestinya juga diperhatikan oleh pemerintah.

Kepala UPT Dinas Dikpora Kecamatan Bolo, Yusuf,  A.Ma.Pd  mengakui masih adanya sejumlah SD/MI belum terhubung jaringan listrik dan tidak memiliki fasilitas LCD proyektor. Padahal menurutnya kedua alat pendukung  tersebut sangatlah sebagai pendukung kegiatan pendidikan.

Menurut dia, solusinya bagi sekolah yang belum tersambung arus listrik dan tidak memiliki LCD proyektor  harus bisa menyisipkan  anggarann melalui dana bantuan operasional sekolah (BOS).

“Saya rasa dana BOS yang ada bisa digunakan dan disipkan beberapa persen sehingga kebutuhan tersebut dapat dimiliki,” ujar Yusuf. (SK)

No comments