Breaking News

Anggaran hanya Rp4 Juta, Begini jadinya Pengawasan Laut

Patroli Laut yang Dilakukan Petugas DKP. Foto Ist



Sumbawa, Berita11.com— Kendati aktivitas pemboman ikan dan perusakan terumbu karang di wilayah Sumbawa terbilang tinggi. Namun dukungan anggaran operasional untuk pengawasan aktivitas tersebut terbilang rendah. Untuk setiap patroli, petugas hanya dibekali anggaran Rp4 juta.

Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa, Zulkifli, S.Pi, M.Si mengatakan, setiap tahun patroli hanya dilakukan 10 kali karena anggaran yang terbatas. Padahal luas wilayah ancaman mencapai 120 kilometer per segi. Wilayah pengawasan meliputi Sumbawa bagian Tengah, Sumbawah bagian Barat, Sumbawa bagian Timur dan Selatan.

 “Anggaran operasional sangat terbatas, sehingga setiap tahun hanya 10 kali patroli. Hal ini tentu saja tidak seimbang dengan luas wilaya kerja yang ada di empat titik pengawasan,” ujar Zulkifli kepada Berita11.com di Sumbawa, Senin (24/10/2016).

Menurut Zulkifli,  jika merujuk intensitas perusakan laut, maka patroli setidaknya minimal dua kali dalam sebulan. Tugas patroli yang dilaksanakan aparat DKP penuh tantangan karena menghadapi nelayan yang menggunakan bahan peledak.

Untuk itu, ke depan DKP Sumbawa berharap petugas patroli dilengkapi dengan senjata api untuk mengantisipasi potensi bahaya di tengah laut. “Untuk mendukung dan mendorong kegiatan tersebut harus juga seimbang dengan dukungan tambahan biaya operasional setiap melakukan patroli,” katanya. (SK)

No comments