Breaking News

Banyak Warga Monta dan Bolo belum Mengikuti Perekaman E-KTP

Perekaman KTP Elektronik. Ilustrasi/ Ist


Bima, Berita11.com— Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bima menggenjot perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (E-KTP). Hingga akhir September 2016 lalu tercatat sebanyak  46.061 orang atau 11 persen dari 421.978 wajib E-KTP yang belum mengikuti perekaman.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Bima, Drs Sirajuddin AP, MM mengatakan, jumlah penduduk yang belum melakukan perekaman tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Bima. Berdasarkan data periode September 2016, wilayah paling banyak belum melakukan perekaman E-KTP yaitu Kecamatan Bolo sebanyak 5.850 dari 32.017 wajib E-KTP, disusul Kecamatan Palibelo sebanyak 4.204 jiwa dari total wajib E-KTP 24.708 orang,  dan Kecamatan Madapangga sebanyak 3.818 dari 28.124 wajib E-KTP.

“Sekarang kita lagi upayakan dan genjot terus agar perekaman ini tuntas. Hari ini kita akan turun ke lapangan di Desa Ragi,” ujar Sirajuddin di Disdukcapil, Selasa (4/10/2016).

Ia mengatakan, selain di Kecamatan Monta, Bolo dan Palibelo, secara umum hampir semua kecamatan di Kabupaten Bima belum tuntas mengikuti perekaman E-KTP. Tapi beberapa kecamatan hampir   rampung seperti Kecamatan Parado, Soromandi, Tambora dan Langgudu.

Diakuinya, sejumlah kendala yang menghambat perekaman E-KTP karena budaya masyarakat Bima yang mengurus KTP saat membutuhkan dokumen kependudukan seperti ketika mengurus Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Selain itu, masih ada beberapa warga yang belum membuat Kartu Keluarga (KK). Padahal syarat utama pembuatan KTP yakni KK.

Persoalan lain karena luas wilayah dan jarak antar desa di Kabupaten Bima yang cukup jauh. Sementara pada sisi lain alat perekaman E-KTP yang disiapkan di kantor Camat hanya di lima kecamatan yakni Kecamatan Sape, Bolo, Monta, Woha dan Lambu.

“Masalah lain warga yang belum mengikuti perekaman E-KTP karena sebagian warga kita bekerja sebagai TKI dan para mahasiswa yang sedang menempuh kuliah di luar daerah,” ujar Sirajuddin.

Dia mengisyaratkan perekaman E-KTP akan tuntas dilaksanakan pada tahun 2017 mendatang. Sesuai target dan regulasi baru yang dikeluarkan pemerintah, perekaman data KTP sangat penting, karena pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak akan menggunakan E-KTP dengan tujuan agar anggaran pelaksanaan Pilkada maupun Pemilu lebih efisien.

“Jadi tidak ada lagi DP4, karena selama ini cukup boros juga anggaran hanya untuk pemutahiran data pemilih. Padahal KPU tetap kembalinya menggunakan data kependudukan di kami. Inilah salahsatu tujuan pemerintah menekankan perekaman E-KTP,” tambah Sirajuddin. (US)

No comments