Breaking News

Giliran KNPI Sorot Pelaksanaan Revitalisasi Pasar Sila

Aksi KNPI Kecamatan Bolo Menyorot Revitalisasi Pasar Sila. Foto Ori Berita11.com


Bima, Berita11.com— Sejumlah pengurus dan anggota Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ranting Kecamatan Bolo Kabupaten Bima menggelar aksi demo di jalan negara di depan pasar Sila, Kamis (6/10/2016) pagi. Massa menyorot pelaksanaan proyek pasar Sila.

Dalam orasinya, Kordinator massa, Ardiansyah mendesak pertanggungjawaban pelaksaana renovasi pasar Sila. Pelaksanaan proyek tersebut dinilai telah melanggar Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang pengadaan tanah tempat pengganti dan bagi tempat usaha yang direnovasi.

Massa juga menilai kontraktor pelaksana, CV. Embun Pagi belum mengantungi ijin resmi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bima. Selain itu, belum mengantungi surat pemberitahuan penggusuran dari pemerintah desa sekitar lokasi pasar.

“Sehingga melanggar Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Tata Ruang dan Penataan Bangunan,” ujar Korlap massa Ardiansyah.

Menurut massa, penandatanganan kontrak kerja antara Disperindag dengan CV Embun Pagi telah melanggar Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2008.

Massa mendesak CV Embun Pagi menanggung ganti rugi hak pemilik usaha atau pemilik ruko yang direnovasi. “Kami nilai  renovasi dan pembongkaran terkesan pemaksaan tanpa adanya pengganti sementara untuk relokasi usaha masyarakat yang memiliki ruko,” ujar Ardiansyah.

Hingga pukul 10.15 Wita aksi massa masih berlangsung dan dikawal aparat Kepolisian Sektor Bolo. Beberapa menit setelah itu, Kapolsek Bolo, AKP Abdul Khair meminta massa tidak menutup seluruh ruas jalan.

Secara terpisah, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Industri Disperindag Kabupaten Bima, Juraidin, ST,M.Si membatah bila kegiatan revitalisasi pasar Sila belum memenuhi prosedur, termasuk penetapan pelaksana proyek CV. Embun Pagi.

Menurutnya, pemerintah tak perlu menyiapkan ganti rugi atas pembongkaran pasar. Karena bangunan itu merupakan pemerintah daerah. Kendati demikian pemerintah tetap berupaya menyiapkan solusi terbaik dengan merelokasi pedagang ke lokasi di dalam pasar Sila.

Pelaksanaan proyek revitalisasi pasar Sila juga sudah disosialisasikan kepada masyarakat sejak 4 Juni 2016 lalu di aula Kantor Camat Bolo. Selain itu pelaksanaan proyek revitalisasi pasar Sila juga telah mengantungi ijin dari Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri dan Rekoemendasi Teknik dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bima.

“Sehingga sudah tidak ada masalah dengan pelaksanaan revitalisasi termasuk kontraktor pelaksana sudah melalui tender,” katanya.

Revitalisasi pasar Sila sebanyak 26 unit merupakan proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus sebesar Rp1.401.406.000. revitalisasi pasar dilakukan dalam rangka optimalisasi pelayanan terhadap masyarakat. (SK/IM/US)

No comments