Breaking News

Jika Mau Dapat Bantuan, IKM harus jadi Anggota Koperasi!

Drs Alimuddin. Foto Berita11.com


Bima, Berita11.com— Pemerintah menerapkan pola baru dalam penyaluran bantuan untuk pelaku industri kecil menengah (IKM). Pelaku usaha disyaratkan tergabung sebagai anggota koperasi, karena penyaluran bantuan akan dilakukan melalui koperasi.

Kepala Bidang Pemberdayaan UMKM Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kabupaten Bima, Drs Alimuddin menyebutkan, kebijakan itu mulai diterapkan Pemerintah Provinsi NTB sejak tiga tahun lalu dan juga akan diterapkan SKPD setempat mulai tahun 2017 mendatang.


Baca Juga:


“Sekarang polanya beda. Kalau biasanya dari dinas langsung ke UKM, tapi sekarang bantuan diserahkan kepada koperasi,” ujar Alimuddin kepada Berita11.com di Diskop UMKM Kabupaten Bima, jalan Ksatria, Rabu (19/10/2016).

Pola baru penyaluran bantuan, juga diterapkan oleh Diskop dan UMKM dalam rencana penyaluran 25 unit rombong yang bersumber dari bantuan Pemrov NTB. Bagi IKM yang ingin mendapatkan bantuan, maka harus bergabung menjadi anggota koperasi.

“Contohnya di Wawo untuk gerobak untuk KUD Puncaak di Kecamatan Wawo. Itu yang diberikan. Jadi UMK harus bergabung dalam koperasi,” ujarnya.

Menurut Alimuddin, pola baru yang diterapkan pemerintah bertujuan agar bantuan lebih terarah atau tepat sasaran. Selain itu untuk menghidupkan aktivitas koperasi. Pada tahun 2016 ini Diskop dan UMKM juga akan menyalurkan bantuan untuk usaha pengolahan rumput laut dan abon ikan.

Pada tahun 2017, dipastikan Kabupaten Bima memperoleh bantuan dari Pemrov NTB berupa usaha handy craft dan bimbingan teknis pembuatan kripik dan pengolahan kacang-kacangan.  “Biasanya di provinsi Bimtek aan diikuti alat. Olahan makanan khas daerah. Rata-rata IKM diarahkan masuk di koperasi, sehingga pelatihan kita arahkan ke sana,” ujarnya. (US)

No comments