Breaking News

Miris, Teluk Saleh merupakan Surga untuk Pembom Ikan

Zulkifli, S.Pi, M.Si. Foto Ory Berita11.com


Sumbawa, Berita11.com— Hingga kini Teluk Saleh di Kabupaten Sumbawan dan sebagian wilayah Dompu menjadi “surga” bagi aktivitas pembom ikan. Betapa tidak, hampir setiap bulan terjadi aktivitas pemboman ikan dan penyebaran insektisida di teluk tersebut.

Kepala Seksi Pengendalian dan Pengawasan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa, Zulkifli, S.Pi, M.Si mengatakan, aktivitas pemboman ikan dan perusakan terumbu karang nyaris terjadi setiap bulan, meskipun dinas sudah meningkatkan pengawasan.

“Masalahnya kesadaran nelayan menangkap ikan dengan cara yang normal itu menjadi kendala kita,” ujar Zulkifli kepada Berita11.com di DKP Kabupaten Sumbawa, Rabu 19/10/2016).

Berdasarkan survey DKP, aktivitas pemboman ikan,  penggunaan bahan kimia aktif dan penggunaan kompresor oleh nelayan telah banyak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan laut di Teluk Saleh. Bahkan tak sedikit ikan hias langka yang mati. Selain itu, sebagian banyak terumbu karang rusak akibat pemboman oleh nelayan.

Dikatakan Zulkifli persoalan tersebut tidak hanya menyebabkan masalah bagi lingkungan, tetapi mengancam aktivitas wisata nasional di Pulau Moyo. Karena keindahan terumbu karang di Teluk Saleh merupakan salah satu nilai jual pulau itu.

“Salah satu akibatnya rusaknya objek wisata nasioal. Karena saat ini Pulau Moyo menjadi objek favorit bagi wisatawan lokal dan manca negara,” katanya.

Menurut Zulkifli, DKP telah berupaya maksimal mengawasi perusakan terumbu karang dan ikan hias di Teluk Saleh. Hanya saja upaya itu tidak maksimal karena persoalan kurangnya personil dan anggaran operasional yang dimiliki DKP Kabupaten Sumbawa, sementara luas wilayah yang harus diawasi 1.459 kilometer per segi dengan  panjang pantai 282 kilometer. (SK)

No comments