Breaking News

Pelaksanaan MK2 di Madapangga Terhambat Caplak

Kegiatan Petani di Kabupaten Bima. Foto Hamid Berita11.com


Bima, Berita11.com— Program musim kemarau dua (MK2) tanaman padi di Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima terkendala sarana produksi pertanian. Sebab, pihak tender program belum menyediakan caplak untuk metode tanam jajar legowo (Jarwo).

“Jadi tanaman padinya ditenderkan. caplak warna merah, hijau dan sebagainya belum,” kata Kepala UPT Disperta Kecamatan Madapangga, Akhyar Anis S.Pt kepada Berita11.com di Madapangga, Selasa (5/10/2016).

Akhyar menjelaskan, Caplak merupakan alat pertanian yang berfungsi untuk membuat garis pola jarak tanam padi sistem jajar legowo.

Dikatakannya kelompok tani (Poktan) telah menerima benih dari pemenang tender. Sementara, untuk sarana produksi pertanian (Saprodi) lainnya belum disediakan. UPT Dispertapa dan Hortikultura hanya memastikan barang pengadaan dari pihak pemenang tender sesuai dengan jumlah dan kebutuhan Poktan.

“Kita hanya memastikan spek-spek barang kebutuhan pengadaan sampai ketangan petani,” ujarnya.

Kepala Balai Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kecamatan Madapangga, Hj. Atikah mengatakan, berdasarkan hasil pantauan BPPPK setempat hingga saat ini petani belum melakukan penaman padi karena belum tersedianya caplak.

“Tanaman padi kita arahkan untuk jarwo. Caplaknya belum ada jadi petani belum bisa tanam,” tuturnya.

Dia mengatakan penggunaan caplak sangat berpengaruh pada metode tanam jajar legowo. Menurutnya tanpa caplak hasil produksi tanaman akan berkurang. “Caplak adalah hal utama dalam sistem tanam jarwo. Jadi keberhasilan jarwo tergantung caplak,” katanya. (ID)

No comments