Breaking News

Stok Pangan di Kabupaten Bima Aman

Kepala BKP Kabupaten Bima, Rendra Farid. Foto Berita11.com


Bima, Berita11.com— Stok pangan di Kabupaten Bima hingga beberapa bulan kedepan masih aman. Hingga kini, tak ada kasus kerawanan pangan yang disebabkan stok terbatas. Bahkan cadangan pangan di seluruh wilayah Maja Labo Dahu aman.

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kabupaten Bima, Ir Rendra Farid mengatakan, secara umum kasus gizi buruk (GB) dan gizi kurang (GK) yang sempat ditemukan di sejumlah wilayah di Kabupaten Bima bukan disebabkan permasalahan stok pangan. Namun lebih banyak disebabkan pola asuh yang tidak tepat, yakni keberagaman gizi.

“Kalau kita justru stok pangan aman. Bahkan Kabupaten Bima surplus,” ujar Rendra kepada Berita11.com di BPK, Rabu (5/10/2016).

Dijelaskannya, kerawanan pangan juga dilihat infrastruktur atau akses jalan. Namun hampir seluruh jalan di berbagai kecamatan di Kabupaten Bima sudah diaspal, sehingga masyarakat dapat memperoleh berbagai sumber makanan.

Menurut Rendra, hingga saat ini nasi merupakan bahan makanan pokok yang dikonsumsi masyarakat Bima. Sementara umbi dan panganan lain merupakan makanan pelengkap.

“Lebih dari 90 persen masyarakat kita terbiasa makan nasi. Kalau yang lain seperti umbi itu adalah makanan tambahan dan pelengkap. Kalau kerawanan biasanya terjadi pada musimm tertentu seperti saat musim kemarau, tapi alhadulillah stok kita cukup dan malah surplus,” katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bima melaksanakan rapat koordinasi tentang ketahanan pangan di Kabupaten Bima. Rendra Farid mengatakan kerawanan pangan merupakan salahsatu isu strategis yang memerlukan analisis dari berbagai parameter. Tidak hanya ketersediaan pangan saja, meskipun tidak ada cara spesifik untuk mengukur ketahanan pangan.

Jika dilihat dari aspek ketersediaan, jumlah produksi berdasarkan luas lahan tidak sertamerta menggambarkan kondisi ketersediaan wilayah tersebut. Wilayah yang tidak memiliki lahan, bisa saja memiliki ketersediaan yang lebih banyak sebagai akibat dari distribusi dari wilayah lain dan daya beli masyarakat yang relatif tinggi.

Begitupula di wilayah Kabupaten Bima. Pada dasarnya, selalu mengalami surplus beras setiap tahun. Panen MH dan MK 1 dalam satu tahun produksi mampu mencukupi kebutuhan hingga 10 hingga 13 bulan. Konsep surplus tidaklah sama dengan konsep tahan pangan, surplus ada pada perhitungan secara keseluruhan hasil produksi dalam satu daerah.

Dikatakannya, komitmen Pemerintah Daerah ini menempatkan pembangunan ketahanan pangan sebagai salahsatu prioritas RPJMD, sehingga kebijakan pembangunan pertanian, perkebunan, perikanan, serta infrastruktur diupayakan untuk menguatkna ketahanan pangan masyarakat.

Upaya peningkatan ketahanan pangan ini,  idealnya meliputi program dan kegiatan multisektoral. Mulai dari penyediaan bahan pangan; sehingga kebijakan pemerintah daerah mengenai ketersediaan pangan tertuang dalam RPJMD Kabupaten Bima. Yakni  melalui agenda peningkatan pendapatan masyarakat maupun peningkatan ketahanan pangan.

Tersedianya stok pangan masyarakat dan daerah yang dibutuhkan, meningkatnya nilai tambah produksi pertanian dan perikanan serta tersedianya lahan sawah.

Rendra berharap keberadaan program pencetakan sawah baru semakin meningkatkan jumlah produksi pertanian, sehingga dapat sejalan dalam upaya terus meningkatkan stok pangan. (US)

No comments