Breaking News

Tipu Empat Warga, Mantan PNS RSUD Bima dan Guru ini Dilaporkan ke Polisi

HL dan IN Saat Diperiksa di Mapolsek Bolo. Ory Berita11.com


Bima, Berita11.com— Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan terjatuh juga. Peribahasa tersebut mungkin sangat tepat menggambarkan aksi penipuan yang dilakukan IN, PNS asal Rabangodu Kota Bima yang mengabdi di Puskesmas Pelibelo dan HL, oknum guru di Bima. Kedua berurusan dengan polisi setelah dilaporkan empat korbannya.

Empat korban dua oknum tersebut Iin Afrianti Spd, Sabriawan Spd, Ati Muliyati Spd dan Syamsul Bahari. Keseluruhannya merupakan warga Dusun Jala Desa Nggembe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima.

Modus yang dilancarkan kedua oknum tersebut mengiming-imingi empat korban dapat masuk bekerja sebagai Tata Usaha di RSUD Bima. Namun dengan syarat membayar uang pelicin. Setelah itu para korban pun menyerahkan uang dengan total Rp23 juta. Tetapi hingga waktu yang disepakati, empat korban tak kunjung dibantu masuk bekerja sebagai TU RSUD seperti yang dijanjikan.

Setelah berselang lama dan setelah sering menagih janji kedua oknum, para korban jengkel dan berinisiatif menjebak kedua oknum tersebut dengan cara menginformasikan kepadanya agar datang mengambil sisa uang di Dusun Jala. Setelah tiba di rumah korban, Senin (10/10/2016) sekira pukul 16.30 Wita, para korban mendesak uang mereka dikembalikan. Namun IN dan HL menyampaikan alasan yang bertele-tele. Sebelum bekerja di Puskesmas Palibelo, IN bekerja sebagai PNS di RSUD Bima.

Karena tidak memperoleh kembali uang, empat korban yang sudah kesal kemudian menyeret kedua oknum ke Mapolsek Bolo. Sejumlah korban kemudian menyampaikan keterangan kepada aparat kepolisian setempat.

“Jadi mereka dibawa ke Polsek karena tidak mau kembalikan uang. Padahal janjinya tidak ditepati,” ujar Nazma Abdullah, ibu salahsatu korban saat menyampaikan keterangan di Mapolsek Bolo, Selasa (11/10/2016).

Sementara Kanit Intel Polsek Bolo,  Brigadir Agus Salim, membenarkan laporan terkait kasus penipuan tersebut. Kini kedua oknum sudah diamankan bersama satu unit mobil yang digunakan dalam melancarkan aksinya. “Keduanya sudah kita amankan dengan satu unit mobil yang digunakan,” katanya di Mapolsek Bolo, Selasa (11/10/2016).

Dijelaskannya, sesuai laporan korban, kedua oknum yang diamankan awalnya mengimin-imingin dapat membantu empat korban agar diterima bekerja sebagai TU RSUD Bima dengan syarat uang pelicin. Tetapi setelah para korban menyerahkan uang Rp23 juta, kedua oknum tersebut tak kunjung memenuhi janjinya, hingga akhirnya dipancing datang ke RT 15 Dusun Jala Desa Nggembe.

IN dan HL kemudian diserahkan para korban ke Mapolsek Bolo untuk diproses lebih lanjut. (SK)

No comments