Breaking News

1.100 Warga Kota Bima tak Punya Buku Nikah

Monitor Kontrol Pelayanan Disdukcapil Kota Bima. Foto Berita11.com


Kota Bima, Berita11.com— Sebanyak 1.100 warga Kota Bima teridentifikasi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil tak memiliki buku nikah. 12.691 lainnya belum memiliki akte kelahiran.

Kepala Disdukcapil Kota Bima, Hj. Mariamah, SH, mengatakan, dinas setempat telah melaksanakan verifikasi atau pengecekan lapangan terhadap 1.100 warga yang belum memiliki buku nikah. Hasilnya Disdukcapil sulit menelusuri dan menemukan warga tersebut.

“Sudah kita lakukan, tapi masalahnya sangat sulit menemukan warga itu. Bahkan sudah kita lakukan selama dua bulan, Cuma dapat 60. Tidak jelas dimana mereka itu,” katanya kepada Berita11.com di Disdukcapil Kota Bima, Kamis (10/11/2016).

Menurut Mariamah, beberapa tahun terakhir Disdukcapil Kota Bima mencoba menertibkan administrasi kependudukan termasuk kelengkapan dokumen berupa buku nikah. Soal masih banyaknya warga Kota Bima yang belum memiliki akte kelahiran, SKPD setempat telah bekerjasama dengan sekolah untuk mendata kembali warga yang sudah memiliki akte tetapi belum tercakup dalam data base kependudukan.

Diakuinya, persoalan masih banyak warga yang belum memiliki akte kelahiran disebabkan karena system arsip dokumen kependudukan beberapa tahun lalu yang tidak rapi, sehingga Disdukcapil kesulitan memperoleh data lama. “Sebenarnya warga yang belum memiliki akte kelahiran tinggal sedikit. Tetapi belum tercatat dalam sistem. Ini yang coba kita rapikan. Kami akan meminta bantuan tenaga arsiparis,” katanya.

Berdasarkan data Disdukcapil per 20 Oktober 2016, jumlah penduduk Kota Bima sebanyak 152.201 jiwa,  sedangkan jumlah kepala keluarga 41.243,  wajib KTP sebanyak 111.813, sedangkan yang memiliki KTP 92.430 atau 82,66 persen. Jumlah warga yang belum memiliki KTP sebanyak 19.383 atau 17,34 persen. Jumlah warga yang memiliki akte kelahiran 36.467 atau 74,18, sedangkan yang belum memiliki akte 12.981 atau 25,82 persen.

Menurut Mariamah, di NTB Kota Bima adalah daerah yang berada pada urutan dua yang hamper menuntaskan perekaman E-KTP. Itu berkat Disdukcapil melaksanakan sistem jemput bola. “Kami juga melaksanakan perekaman untuk pelajar usia 16, sehingga nanti ketika mereka masuk usia 17 tahun tinggal dicetak dan mengambil KTP,” katanya. (US)

No comments