Breaking News

BKD: Disiplin Aparatur di Bima Payah!

Saat Upacara HUT RI, Pegawai Pemkab Bima Tampak Santai. Foto Berita11.com


Bima, Berita11.com— Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Bima, Drs. H. Abdul Wahab menilai tingkat kedisiplinan aparatur daerah masih sangat rendah. Hal ini menjadi tantangan terberat daerah untuk mewujudkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berintegritas.

“Kita akui memang tingkat kedisiplinan pegawai saat ini amat sangat longgar. Baik di desa, kecamatan maupun kabupaten. Ini memang tantangan terberat kita,” katanya kepada Berita11.com usai acara pembukaan seleksi calon kepala sekolah (Cakep) di SMPN 3 Woha, Senin (01/11/2016).

Wahab menuturkan PP Nomor 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai yang diberlakukan belum berjalan  maksimal dan memberikan efek jera. Bahkan tim bina pegawai yang memberikan laporan perilaku aparatur tidak efektif. Begitu pula dengan sanksi-sanksi yang diberikan masih terlalu ringan karena mempertimbangkan beberapa aspek luar.

Sesuai ketentuan pemberian sanksi  berdasarkan pelanggaran dan keputusan bupati sebagai pejabat pembina kepegawaian daerah. Misalnya penerapan sanksi pemotongan tunjangan, penundaan kenaikan pangkat, penurunan hingga pemecatan. Menurutnya perlu ketegasan pejabat berwenang untuk memberikan hukuman yang tepat.

“Kita sudah ajukan kepada pejabat berwenang dalam hal ini Bupati. Dari dulu aja yang begitu-begitu, masih saja nggak berefek. Kayaknya banyak pertimbangan-pertimbangan sehingga keputusan belum bisa dilakukan,” imbuhnya.

Sebenarnya, kata dia penentuan produktivitas kinerja pegawai dapat diukur dengan konsumsi waktu yang diakumulasikan selama satu tahun. Bila waktu molor setahun setara dengan 46 hari efektif maka aparatur dapat diberhentikan dari jabatannya.

“Misalnya ia masuk jam 09.00 pagi. Kan harusnya jam 08.00 maka dihitung satu jam kemudian diakumulasikan. Hingga menjadi 46 hari, itu bisa langsung dipecat sesuai ketentuan,” jelasnya.

Saat ini BKD tengah berencana  merumuskan aturan yang diharapkan memberikan efek jera. Wahab mengharapkan dengan lima hari kerja pegawai dapat lebih produktif dalam bekerja. “Kan Cuma lima hari, kenapa harus malas-malas? Kita tunjukanlah kinerja pada masyarakat,” katanya (ID)


No comments