Breaking News

Ini Sikap KNPI soal Isu Aur 2 Desember

Alwan Hidayat, S.Pd.I. Foto Ori Berita11.com


Sumbawa, Berita11.com— DPD Komiten Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sumbawa tidak akan terlibat dalam rencana aksi unjuk rasa (Aur) 2 Desember 2016 menyikapi kasus Ahok. KNPI memiliki perspektif sendiri terkait isu unjuk rasa itu.

Ketua DPD KNPI Kabupaten Sumbawa, Alwan Hidayat, S.Pd.I mengatakan,  aksi solidaritas tidak mesti harus lakukan aksi di jalan. Untuk itu KNPI Kabupaten Sumbawa lebih mengutamakan penyampaian aspirasi melalui cara yang santun.

“Salah satunya adalah mengelar kegiatan dialog serta memilih menyampaikanya lewat media. Itu akan lebih baik karena tidak mengangu aktifitas orang lain. Keragaman etnis, suku,agama yang mempersatukan kebhineka tunggal ika NKRI,” katanya di Sumbawa, Rabu (24/11/2016).

Sikap dan perspektif KNPI Kabupaten Sumbawa dituangkan dalam teks deklarasi Kebhinakaan Tau Samawa yang juga ditandatangani sejumlah Ormas, Instansi di Sumbawa yakni Kasat Binmas Polres Sumbawa, AKP. Muslihin, Forum Komunikasi Lintas Etnis (FKLE) Kabupaten Sumbawa, Drs. Arif, M.Si, Lembaga Adat Tanah Samawa (LATS)  Drs. H.HM Jihad, Sekjen PBNU Kabupaten Sumbawa, Muslimin dan perwakilan 19 etnis yang terdaftar di Kabupaten Sumbawa dari seluruh Ormas yang ada dan OKP serta perwakilan mahasiswa PTS di Kabupaten Sumbawa.

Lima poin teks deklarasi Kebhinekaan Tau Samawa yaitu bahwa Tau Samawa adalah masyarakat yang berketuhanan yang maha esa, menjujung tinggi khebinekaan dan kesetaraan di antara semua agama yang ada. Poin kedua,  menghargai perbedaanajaran agama, etnis dan lain-lain untuk mengciptkan suasana damai dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Indonesia di tana Samawa.

Selain itu, sanggup menjaga kerukunan dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara di tana Samawa berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, menolak segala bentuk paham maupun tindakan radikalisme dan terorisme dengan mengatasnamakan agama, etnis dan lain-lain yang dapat menimbulkan perpecahan di masyarakat dan mengancam kedaulatan NKRI.

Poin lain, memelihara dan mengembangkan prinsip “Krik Salamat Tau ke Tana Samawa: Katakit ko nene, kangila Boat Lenge”.  (Takut kepada tuhan  dan malu melakukan tindakan yang tidak terpuji atau merugikan diri maupun orang lain), sebagai landasan moral dan etika dalam membangun peradaban tana Samawa.

Alwan menilai kondisi kebangsaan bernegara saat ini mulai bergeser sehingga KNPI Kabupaten Sumbawa merasa terpangil untuk menyikapi  persoalan tersebut. Masalahnya, kondisi sosial masyarakat khususnya di Kabuaten Sumbawa mulai bergeser. Sehingga hal tersebut perlu menjadi perhatian  semua elemen untuk kembali membangun saling tegang rasa antara etnis ragam keagamaan di tengah masyarakat.  

“Sehingga diharapkan dapat terjalin hubungan baik dan melahirkan kata sepakat untuk sama-sama menjaga keutuhan  NKRI,” katanya.

Menurutnya, berbeda adalah Rahmat, dan berersatu adalah amanat. “Jangan merobek merah putih,” pintanya. (SK)

No comments