Breaking News

Luar Biasa! Mushala SDN 21 Dibangun dengan Dana Swadaya

Mushalla SDN 21 Kota Bima yang Dibangun dengan Dana Swadaya


Kota Bima, Berita11.com— Kekompakkan guru, wali murid, siswa dan kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 21 Kota Bima patut diacungi jempol. Sekolah setempat berhasil membangun mushala representatif menggunakan anggaran swadaya (infak), ketika banyak sekolah lain hanya fokus mengharapkan bantuan dari pemerintah.

Kepala SDN 21 Kota Bima, Drs H Mustamin, menyebutkan 85 persen anggaran pembangunan mushala bersumber dari dana swadaya yang dikumpulkan oleh guru, kepala sekolah dan orangtua murid maupun masyarakat luar sekolah. Setiap pancairan tunjangan sertifikasi, guru SDN 21 Kota Bima menyisihkan pendapatan untuk infak. Nominalnya Rp200 ribu hingga Rp500 ribu.

“Alhamdulillah mushala hampir rampung, tinggal plafon. Hampir semuanya dibangun dari dana swadaya guru, orangtua murid dan masyarakat,” ujar Mustamin kepada Beritabima.com di SDN 21, Jumat (4/11/2016).

Diakui Ketua KKKS Kecamatan Rasanae Barat ini, keberhasilan sekolah setempat menggalang dana untuk membangun mushala didasari kesadaran guru dan para orangtua siswa untuk menyisihkan pendapatan sebagai bentuk investasi akhirat.

“Tujuan kita adalah sebagai bentuk investasi akhirat. Harapannya apa yang sudah kita bangun bernilai pahala. Insya Allah,” katanya.

Selain guru dan wali murid, hampir seluruh siswa setempat ikut berpartisipasi melalui program infak Rp1000. “Terus ada infak 1.000 bagi siswa bagi yang mau infak. Itu tidak dipaksakan tapi yang mau saja. Itu karena kesadaran sebagai ladang akhirat,” ujar Mustamin.

Menurutnya, kekompakkan guru setempat tidak hanya ketika membangun mushala, tapi saat pembenahan fisik sekolah yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan, guru secara patungan mengumpulkan dana sehingga pekerjaan bisa dilaksanakan tepat waktu.

“Agenda DAK ini jadwalnya Desember tetapi sudah kita tuntaskan. Minggu depan selesai. Dipakai dan patungan dari teman-teman (guru) sehingga tidak menunggu pencairan dana DAK,” tambah Mustamin. (US)

No comments