Breaking News

Pansel Sekda Diharapkan Kreatif Mengidentifikasi Track Record Calon

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Bakal Calon Sekda Kota Bima. Foto Berita11.com


Kota Bima, Berita11.com— Direktur Center Election and Political Party (CEPP) STKIP Taman Siswa Bima, Dr Ibnu Khaldu, M.Si memberikan catatan positif untuk rekrutmen calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bima.

Menurutnya, Panitia Seleksi (Pansel) calon Sekda Kota Bima harus kreatif dan tidak kaku menerjemahkan peraturan tentang sistem rekrutmen  calon pimpinan tinggi pratama itu. Ibnu melihat belasan bakal calon Sekda yang mendaftar masih didominasi oleh pejabat internal Pemkot Bima dan tidak memiliki kemampuan yang menonjol. Sistem rekrutmen tersebut belum kompetitif mewujudkan good governance pada abad digital sekarang.

“Pansel seharusnya berani berkreasi dalam melihat tantangan tata kelola birokrasi karena Wali Kota sudah meletakkan dasar-dasar konsepsi reformasi birokrasi,” katanya kepada Berita11.com di kampus STKIP Taman Siswa, Selasa (15/11/2016).

Dijelaskannya, maksud Pansel tidak kaku dalam menerjemahkan regulasi terkait rekrutmen bakal calon Sekda yaitu Pansel harus membuka peluang perekrutan terhadap bakal calon yang memiliki kompetensi terbaik. Bukan saja dari internal Pemkot Bima, tetapi bakal calon dari luar daerah bahkan yang berada di Jakarta. Sistemnya Pansel harus berkreasi dalam mengendetifikasi bakal calon yang berada dari dalam Provinsi NTB maupun luar Bumi Gora yang merupakan putra asli kelahiran Bima.

“Tidak kaku, tapi  berkreasi. Sama seperti yang dilakukan ketika KPK melihat pelamar yang kurang kompetitif memenuhi unsur track record, yang punya popularitas baik. Mereka mendatangani tokoh-tokoh. Itu sudah banyak dilakukan, termasuk ide-ide kita di CEPP mendorong seperti itu,” katanya.

Menurut Ibnu, program Wali Kota Bima mengutus sejumlah pejabat mengikuti pelatihan revolusi mental. Komitmen itu, sebaiknya diimplementasikan juga dalam perekrutan Sekda. 

“Harus cari. Ubah pola rekrutmennya. Ini kan polanya seperti orang mencari pekerjaan, padahal ini jabatan pengabdian. Orang yang sudah selesai dengan pekerjaannya. Ini mungkin yang belum dilihat Pansel,” katanya.

Dikatakannya, seharusnya perekrutan bakal calon Sekda dilakukan pemerintah lebih awal sebelum masa tugas Sekda sebelumnya berakhir. Karena penunjukkan pelaksana tugas pada posisi pimpinan tinggi pratama itu menimbulkan sejumlah kekurangan dalam pelaksanaan tugas birokrasi. Misalnya pengambilan kebijakan-kebijakan strategis termasuk penggunaan anggaran.

“Harusnya jauh-jauh hari disiapkan. Kita melihat masih ada masalah dari birokrasi, masih ada persepsi lama, lambat,” katanya.

Sementara Ketua Sekretariat Pansel Bakal Calon Sekda Kota Bima, Drs H Mahfud, M.Pd memastikan sistem rekrutmen Pansel dan bakal calon Sekda sudah sesuai mekanisme atau ketentuan. Pemerintah juga sudah memberikan kesempatan kepada pejabat yang memenui syarat untuk melamar posisi tersebut. Itu juga tergambar adanya calon dari luar pejabat internal Pemkot Bima yang melamar sebagai bakal calon Sekda Kota Bima.  

Sebelumnya, sejumlah akademisi yang memenuhi syarat direkomendasikan sebagai Pansel Bakal Calon Sekda yakni akademisi STISIP Mbojo Bima, STIH Muhammadiyah Bima dan Ketua STIE Bima. Selain itu dari unsur tokoh masyarakat yang memiliki track record dalam birokrasi yakni dua mantan Sekda Kota Bima, Drs H Maryono Nasiman, MM dan Drs H 
Tajuddin. Sisanya merupakan Pansel dari provinsi NTB yakni Kepala Biro IPDN. 

“Sehingga totalnya ada tujuh Pansel. Semuanya transparan, kita umumkan lewat website, surat dan media massa,” ujar Mahfud. (US)

No comments