Breaking News

Pelamar Posisi Sekda Didominasi Pejabat Internal, Ada Apa?

Dr Ibnu Khaldun, M.Si


Kota Bima, Berita11.com— Sistem rekrutmen bakal calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bima disorot Direktur Center Election and Political Party (CEPP) STKIP Taman Siswa Bima, Dr Ibnu Khaldun, M.Si. Masalahnya, format rekrutmen seperti pelamar pekerjaan.

Menurut, doktor Ilmu Politik Universitas Indonesia ini  format seleksi mencari pejabat tinggi di tingkat pemerintah harusnya  melalui tahapan yang lebih elegan. Misalnya, pemerintah membentuk tim independen.  Setelah itu, tim mendata calon-calon yang di anggap memiliki kualifikasi berdasarkan rekam jejak (track record) yang diukur dari tiga aspek yakni kualitas, integritas dan kredibilitas.

“Setelah mendapatkan nama calon tim diumumkam kepada publik untuk dimintai pendapatnya.Setelah itu diuji kelayakan di hadapan DPRD melalui komisi bidang pemerintahan,” ujar  Tim Ahli Kehumasan DPR RI 2013-2015 ini, saat dimintai tanggapan, Sabtu (12/11/2016).

Ibnu pesimis, format seleksi yang sudah berjalan  akan mendapatkan calon yang sesuai amanah regulasi untuk melakukan reformasi birokrasi. Apalagi calon-calon yang mendaftar didominasi oleh birokrat yang ada di internal Pemkot Bima. Tak ada satupun bakal calon dari pemerintah lain. Baik dari ASN pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun kabupaten lain.

“Apalagi unsur dari akademisi. Rendahnya minat tersebut dapat juga dilihat adanya indikasi adanya calon yang “disiapkan",” katanya.

Dikatakannya, dengan melihat calon yang ada. Sebenarnya tim independen bisa saja mencari figur ASN yang ada dimana saja setelah melihat rendahnya peminat dan dominasi calon dari internal Pemkot Bima.

Menengai sorotan ini, Ketua Tim Sekretariat Panitia Seleksi Sekda Kota Bima, Drs H Mahfud memastikan sistem rekrutmen Pansel dan bakal calon Sekda sudah sesuai amanat Undang-Undang dan regulasi terkait. Karena dilakukan secara terbuka (transparan) dan bertanggungjawab.

“Itu sudah sesuai dengan aturan. Kita laksanakan secara terbuka. Kita umumkan secara online melalui website BKD Kota Bima, media massa dan kita kirim surat,” ujarnya saat dihubungi Berita11.com Sabtu (12/11/2016) petang.

Menurut Sekretaris BKD Kota Bima ini, seluruh tahapan akan dilaksanakan secara transparan sesuai petunjuk Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Sebelumnya, rekruitmen Pansel  Sekda juga sudah sesuai peraturan dan petunjuk KASN.

Mantan Kepala Satuan Pol PP Kota Bima ini juga memastikan tak ada figur yang sudah sengaja disiapkan untuk menempati jabatan sebagai Sekda Kota Bima. “Semua murni, silakan berkompetisi, semua terbuka, ada asesor juga. Seleksi dilakukan oleh Pansel,” katanya.


Baca Juga: 



Dijelaskannya, sesuai ketentuan ada tiga tahapan seleksi calon Sekda yaitu seleksi administrasi, uji kompetensi, termasuk uji bahan makalah dan rekam jejak (track record). “Ada tahapan-tahapan sesuai petunjuk. Semua itu kita lakukan secara terbuka,” ujarnya.

Mahfud juga membantah bahwa pelamar bakal calon Sekda didominasi oleh pejabat internal Pemkot Bima. Sebelum batas waktu terakhir Jumat (12/11/2016) malam pukul 24.00 Wita, Pansel bakal calon Sekda menerima berkas dari luar Kota Bima yakni milik Ir Muzakir (Asisten II Setda Kabupaten Bima). Total pelamar jabatan Sekda sebanyak 13 orang dan enam orang untuk Staf Ahli. 

"Formatnya memang seperti melamar pekerjaan, karena itu memang sesuai ketentuan. Kita mengikuti sesuai arahan KASN," ujar Mahfud.(US)

No comments