Breaking News

Polres Bima Proses Kasus Istri Polisi Kepergok Berzina dengan Oknum Dosen

ML Saat Digrebek Warga Karena Diduga sedang Berzina dengan Istri Anggota Polri. Foto Gafur Berita11.com


Bima, Berita11.com— Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bima Kabupaten memproses kasus TR  oknum istri polisi dan ML, oknum dosen salah satu PTS di Kabupaten Bima yang kepergok berzina di rumah kontrakan di Desa Talabiu Kecamatan Woha, Kamis (3/11/2016) pekan lalu.

Sebelumnya, TR anggota Bhayangkari dan ML, oknum dosen digrebek oleh warga dalam sebuah kamar di rumah kontrakan di Desa Talabiu. Saat itu keduanya dalam keadaan setengah bugil.

KBO Satuan Reskrim Polres Bima, IPDA Husnain mengatakan, aparat kepolisian sudah mengumpulkan sejumlah barang bukti dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. 

“Kita lakukan pemanggilan saksi-saksi. Kita juga sudah melakukan pemeriksaan visum terhadap perempuannya  (TR) dan langsung dibawa waktu itu,” katanya di Polres Bima, Sabtu (12/11/2016).





Diakuinya, TR dan ML untuk sementara sudah dilepas. Karena sesuai dengan KUHP aparat kepolisian hanya bisa melakuka pengamanan atau penahanan 24 untuk pelaku yang terkait tindak pidana dengan ancaman maksimal sembilan bulan penjara.

“Karena hanya punya batas waktu 24 jam kita pulangkan saat itu juga. Tidak bisa kita lakukan penahanan karena ancaman hukumannya hanya sembilan bulan dan tidak termasuk juga dalam pasal pengecualian yang bisa dilakukan penahanan,” katanya.

Untuk melakukan penanahan terhadap oknum istri polisi dan oknum dosen itu, Satuan Reskrim Polres Bima masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan cairan yang terdapat dalam tisu di kamar penggerebekan dan di celana dalam TR.

“Maksud pemeriksaan laboratorium untuk memastikan cairan (sperma) yang menempel di situ berupa air atau hal-hal yang berkaitan dengan dugaan perzinahan saat itu. Yang mengetahui itu adalah bagian laboratorium apakah cairan itu adalah air biasa atau mengandung cairan  itu,” jelas Husnain.

Menurut Husnain, hasil pemeriksaan laboratorium di Bali diperlukan sebagai bahan pelengkap apabila TR dan ML mengelak. Kendati sejumlah saksi sudah mendukung dengan keterangan terkait kasus tersebut.

“Kita menggunakan alat untuk mendukung. Sehingga kita memerlukan pemeriksaan laboratorium di tisu itu maupun celana dalam si wanita atau perempuan yang diuga ada cairan (sperma ML),” katanya.

Husnain mengatakan, atas perbuatannya itu ML dan TR terancam kurungan sembilan bulan sesuai diatur Pasal 284  ayat 1 huruf a dan b Tentang Perzinahan KUHP. “Kita sudah melengkapi administrasi untuk pemeriksaan laboratorium dan segera kita kirim dan tinggal kita menunggu hasil,” katanya.

Pada bagian lain, informasi yang diperoleh Berita11.com, pasca kasus tersebut, ML yang merupakan dosen TIK  sudah dinonaktifkan sementara dari tugas mengajar karena melanggar kode etik. TR yang merupakan istri anggota Polri yang kepergok diduga berzina dengan ML merupakan mahasiswi Pendidikan Matematika di kampus yang sama tempat pria itu menjadi dosen. Kasus tersebut terjadi di luar area kampus. (US)

No comments