Breaking News

Serius Perangi Aktivitas Ilegal, Bakebangpoldagri Sumbawa Gelar Rakor

Rakor Illegal Mining dan Illegal Logging di Aula Bakesbangpoldagri Sumbawa.


Sumbawa, Berita11.com— Pemerintah Kabupaten Sumbawa serius memberantas aktivitas perusakan lingkungan. Untuk menanggulangi ancaman itu, Badan Kesatuan Bangsa Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Kabupaten Sumbawa menggelar rapat koordinasi pembinaan ekonomi sumber daya alam, perdagangan dan ekonomi di aula Bakesbangpoldagri, Kamis (24/11/2016).

Rakor tersebut digelar dalam rangka memberantas praktik tambang liar (illegal mining) dan perambahan hutan (illegal logging).

Panitia Rakor, H. Yahya Adam, BA menjelaskan, kegiatan Rakor bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Sumbawa, sehingga  tidak melanggar ketentuan yang telah ditetapkan.

“Sehingga konflik–konflik yang terjadi bisa diantisipasi semaksimal mungkin,” katanya seperti dikutip Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sumbawa, Rachman Ansori, S.Sos, M.SE.

Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Setda Kabupaten Sumbawa, Lalu Suharmaji K,ST.,MT mengatakan,  salah satu dari sifat sumber daya alam yang khusus ialah penyebarannya yang tidak teratur dan tidak merata di bumi, sehingga sumber alam dikenal pula negara kaya dan negara miskin atau “the haves” dan “the haves not”.

Salah satu sifatnya yang unik seperti halnya pada mineral adalah tidak dapat diperbaharui. Sifat khas lain dari sumber alam ialah sifat ketergantungannya pada sumber alam yang lain.
Apapun sumber alam yang dikembangkan maka efeknya akan terasa pada sumber alam lain.

Dijelaskannya, pengembangan sumber-sumber minyak bumi di lepas pantai akan mempengaruhi ikan disekitarnya. Erosi dari tanah yang disebabkan dari penebangan kayu yang tak teratur atau penggalian batubara tanpa rencana dapat memperendah produksi potensial dari energy hidro-elektrik dalam suatu cekungan sungai. Akibat yang lain adalah perusakan cagar alam, serta perubahan-perubahan dalam sirkulasi udara dan suhu.

Pada masa kini manusia dari belahan bumi berbeda bisa saling terhubung satu dengan yang lainnya tanpa perlu saling bertatap muka. Bisa menjalankan bisnisnya, berjual beli, berkomunikasi dan lain sebagainya.  Hal itu  sangat terasa sekarang, karena dunia saat ini sudah tidak memandang batas teritori antarnegara.

Kemajuan tekhnologi sungguh luar biasa, keruntuhan negara bangsa sudah didepan mata.  Perkembangan situasi sosial ekonomi belakangan ini yang ditandai oleh berbagai krisis di beberapa belahan dunia, juga merupakan fenomena yang tidak menguntungkan.

Dikatakannya, ada kecenderungan disatu pihak negara-negara maju makin menunjukkan sikap yang makin ketat dan agresif. Tetapi pada pihak lain negara-negara berkembang merasa makin cemas terhadap hasil-hasil dialog mereka dengan negara-negara maju yang hasilnya sangat marjinal.

Menurut Suharmaji, dalam hubungan itu, apabila tidak ditemukan suatu formula diplomasi yang tepat, dikuatirkan bahwa keadaan dan perkembangan hubungan internasional akan dapat bergerak dari suasana dialog yang bersifat harmonis kearah suasana konflik dan konfrontatif.

Dijelaskannya, dari gambaran tersebut diharapkan peserta rapat koordinasi  mendapat gambaran yang komprehensif tentang kondisi daerah sehingga dapat memiliki kesamaan persepsi dalam mengambil langkah yang tepat dalam mendukung ketahanan nasional yang tentunya dimulai dari masyarakat di daerah.

Kegiatan Rakor diikuti oleh 60 orang peserta dengan narasumber berasal dari perwakilan Kepolisian, Kodim 1607 Sumbawa, serta Kejaksaan Sumbawa. (SK)


No comments