Breaking News

Sudah 15 Tahun 450 Hektar Hutan Lindung Labangka Dirambah

Adnan, SH. Foto Ori Berita11.com


Sumbawa, Berita11.com— Sudah 15 tahun hutan lindung seluas 450 hektar di Kecamatan Labangka Kabupaten Sumbawa digarap sebagai lahan pertanian. Dinas Kehutanan pun “angkat tangan” karena sejumlah sanksi terhadap perusak hutan tak menghasilkan efek jera.

Kepala Seksi Kawasan Hutan Dinas Kehutanan Kabupaten Sumbawa, Adnan SH, mengatakan, sejak digarap masyarakat sebagai lahan pertanian, hutan lindung 450 hektar di Kecamatan Labangka rusak parah. Kondisi itu terjadi sejak tahun 2000 silam.

“Penangkapan dan  tindakan tegas tetap dilakukan terhadap pelaku perambahan hutan lindung setiap tahun. Tetapi tidak memberikan efek jera. Masyarakat tetap membandel dan melakukan perambahan hutan dengan alasan tidak mempunyai lahan untuk bercocok tanam,” katanya kepada Berita11.com di Sumbawa, Jumat (25/11/2016).

Diakui dia, sebenarnya Dishut Kabupaten Sumbawa telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah perambahan di kawasan hutan lindung. Namun meski sudah mengetahui batas  kawasan hutan lindung, sebagian besar petani tetap bandel dan menggarap kawasan larangan itu. Akibatnya banyak pohon di kawasan hutan lindung Labangka sudah rusak ditebang.

Kendati upaya pencegahan penggarapan hutan lindung sering gagal, Dishut Kabupaten 
Sumbawa tetap berupaya meminimalisasi kerusakan hutan. Upaya yang kini digalakkan SKPD setempat dengan memberdayakan masyarakat. menerapkan program Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang (RPHJP) dengan menggandeng instansi terkait seperti Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Plampang.

Sejumlah program pemberdayaan itu  yaitu Hutan Tanam Rakyat (HTR) dan Hutan Kemasyarakatan (HKM). “Tujuannya hutan lindung tetap terjaga. Semoga dalam waktu dekat program tersebut dapat disahkan,” harap Adnan. (SK)

No comments