Breaking News

Upacara Hari Pahlawan di Sumbawa Berlangsung Khidmad

Bupati Sumbawa Menyalami Veteran Usai Upacara Hari Pahlawan


Sumbawa, Berita11.com—  Upacara bendera peringatan ke-71 hari pahlawan nasional di halaman kantor Bupati Sumbawa, Kamis (10/11/2016) berlangsung hidmat. Upacara dipimpin Bupati Sumbawa HM Husni Djibril, B.Sc dan diikuti veteran, FKPD, anggota legislatif.
  
Setelah upacara bendera, rangkaian peringatan hari pahlawan dilanjutkan ziarah taman makam pahlawan, dan ziarah tabur bunga yang  di tiga lokasi yang berbeda di Kabupaten Sumbawa.

Ziarah taman makam pahlawan di taman makam pahlawan sumbawa dipimpin langsung Dandim 1607 Sumbawa, sedangkan ziarah tabur bunga di pelabuhan Badas  dipimpin  oleh Kapolres Sumbawa.

Saat menjadi pemimpin upacara, Bupati Sumbawa H. M. Husni Djibril B.Sc  membacakan sambutan Menteri Sosial Republik Indonesia menyampaikan. Setiap tanggal 10 November, bangsa Indonesia memperingati hari pahlawan, sebagai momen reflektif untuk memberi makna atas pengorbanan para pahlawan kusuma bangsa, dengan menyalakan jiwa kepahlawanan dalam perjuangan mengisi kemerdekaan.

Pengalaman merebut dan mempertahankan kemerdekaan menunjukkan betapa spirit perjuangan dan mental-karakter kepahlawanan memiliki daya hidup yang luar biasa dalam menghadapi berbagai rintangan dan penderitaan.

Bupati Husni Djibril mengingatkan, peringatan hari pahlawan harus mampu menggali apinya, bukan abunya. Dengan meminjam ungkapan Bung Karno, semangat kepahlawanan itu adalah semangat rela berjuang, berjuang mati-matian dengan penuh idealisme dengan mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi.

Semangat kepahlawanan adalah semangat persatuan, persatuan yang bulat-mutlak dengan tiada mengecualikan sesuatu golongan dan lapisan. Semangat kepahlawanan adalah semangat membentuk dan membangun negara.

Setiap zaman memiliki tantangannya tersendiri. Karena itu, setiap zaman harus mengembangkan respon kepahlawanan yang sesuai dengan zamannya. Setelah indonesia merebut kemerdekaannya, semangat kepahlawanan tidak cukup hanya dengan mempertahankan patriotisme defensif, kita butuh patriotisme yang lebih positif dan progresif. Patriotisme sejati bukan sekadar mempertahankan melainkan juga memperbaiki keadaan negeri. Untuk keluar dari berbagai persoalan bangsa hari ini, patriotisme progresif dituntut menghadirkan kemandirian bangsa tanpa terperosok pada sikap anti-asing.

Gerakan revolusi mental diharapkan bisa mendorong gerakan hidup baru, dalam bentuk perombakan cara berfikir, cara kerja, cara hidup, yang merintangi kemajuan, peningkatan dan pembangunan cara berfikir, cara kerja, dan cara hidup yang baik.

Singkat kata, gerakan hidup baru adalah gerakan revolusi mental untuk menggembleng manusia Indonesia menjadi manusia baru, yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali. Berjiwa api yang menyala-nyala.  Itulah jiwa patriotisme progresif yang harus kita kobarkan dalam menghadapi tantangan dan persoalan pembangunan,” katanya.

Melalui momentum peringatan Hari Pahlawan 10 november 2016 yang dilaksanakan dengan berbagai kegiatan, dapat diambil makna yang terkandung didalamnya dengan meneladani nilai-nilai luhur yang diwariskan kepada semua seperti taqwa kepada Tuhan YME, pantang menyerah, jujur dan adil, percaya kepada kemampuan sendiri serta kerja keras untuk membangun Indonesia yang sejahtera sebagaimana cita-cita para pahlawan bangsa.

Dengan suatu tekad dan ketulusan untuk bersama-sama saling bahu-membahu dan dilandasi oleh makna dan nilai integritas, etos kerja dan gotong royong, bangsa Indonesia dapat mengatasi berbagai permasalahan yang melanda, dan dapat menjadi bangsa "pemenang" mampu bersaing dengan negara dan bangsa lain. Hal itu sejalan dengan tema hari pahlawan 2016 yaitu: "Satukan Langkah Untuk Negeri".


Selain itu melalui peringatan hari pahlawan 2016 sebagai bangsa yang besar, bangsa yang harus menghargai jasa para pahlawannya, peringatan Hari Pahlawan diharapkan pula dapat lebih membangkitkan semangat kebangsaan, menumbuh kembangkan nilai-nilai kepahlawanan serta meningkatkan kecintaan kepada tanah air kita dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. (SK)

No comments