Breaking News

Walah, BSM SMAN 1 Soromandi Dipotong Rp400 Ribu

Ilustrasi

Bima, Berita11.com— Praktik potong memotong di dunia pendidikan seolah merupakan hal yang lumrah. Praktik liar itu juga terjadi di SMA Negeri 1 Soromandi Kabupaten Bima. Sekolah setempat memotong dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) Rp400 per siswa dengan dalih untuk melunasi tunggakan iuran komite.

Pasal potong memotong langsung direspon oleh kepala sekolah setmempat, Drs Amiruddin. Ia membantah jika praktik yang terjadi adalah pemotongan. “Bukan dikatakan sebagai pemotongan melainkan hanya dialihkan untuk melunasi biaya komite selama setahun. Komite mereka (siswa) Rp40 ribu per bulan. Jadi yang mereka bayar satu tahun,” katanya kepada Berita11.com saat dikonfirmasi Berita11.com, Selasa.

Pembagian BSM dilakukan dalam ruangan kepala sekolah. Anehnya wartawan pun tidak diizinkan masuk untuk melihat proses pembagian. Setelah dipotong, setiap siswa hanya menerima uang sebesar Rp100 ribu.

Menurut Amiruddin, sebenarnya uang Rp400 ribu yang dipungut belum cukup untuk melunasi tunggakan iuran komite. Siswa masih memiliki tunggakan komite selama dua bulan.  “Tk menjadi masalah jika sebagian besar dana BSM dibayarkan untuk uang komite,” katanya.

Hal tersebut tentu sangat kontras dengan regulasi. Sebab sesuai petunjuk penggunaan, dana BSM tidak diprioritaskan untuk pembayaran komite. “Padahal (pemotongan) itu masih kurang. Karena kebijakan, kita kasih mereka masing-masing seratus dari total Rp500 ribu yang bersih diterima. Nggak apa-apa kan diberikan seratus,” tampiknya. (ID)

No comments