Breaking News

Ini Firasat Warga sebelum Banjir Bandang Bima

Air Hujan yang Ditadah oleh Warga Kompleks Perumahan Tambana


Kota Bima, Berita11.com— Tanda-tanda banjir bandang Bima yang terjadi sejak Rabu (21/12/2016) lalu dirasakan sejumlah warga, meskipun tak disadari langsung. Apa saja tanda itu?

Warga kompleks perumahan Tambana Kecamatan Asakota Kota Bima, Ayu Novitasari mengaku Rabu pukul 07.15 Wita sempat melihat perubathan warga air hujan yang turun di perumahan tersebut berubag leh menjadi merah kecokelatan.

“Awalnya saya kaget ketika melihat air hujan dari atap berupaya menjadi cokelat. Kita kira awalnya warga genteng rumah yang luntur kena air hujan. Setelah coba menampung langsung di gayung ternyata warnanya tetap sama, merah kecokletan,” ujar Ayu, Minggu (25/12/2016).

Perumahan Tambana merupakan salah satu perumahan yang paling cepat diluapi banjir Rabu lalu. Saat itu, pukul 11.00 Wita banjir sudah meluap ke sebagian rumah warga.

“Ketika melihat perubahan air hujan yang berubah merah agak cokelat saya sudah punya firasat buruk bakal terjadi sesuatu. Jam sebelas setelah banjir meluap baru saya sadar jika tanda pagi itu adalah tanda akan terjadi banjir bandang,” katanya.

Ibu satu anak ini bersyukur sebagian barang berhasil diselamatkan kendati tempat tinggalnya digenangi banjir dan lumpur. “Masih banyak teman-teman dan warga Kelurahan lain yang lebih parah. Awalnya saya kira di Tambana yang lebih parah,” katanya.


Warga lainnya, Fitriani, mengaku sehari sebelum banjir bandang melanda Kota Bima sempat bermimpi berada di rumah susun. Saat itu melihat orangtuanya dari jauh.

Kondisinya dalam keadaan susah “Ternyata itu tanda  bakal menjadi korban banjir bandang. Baru saya sadari setelah bapak sempat terseret banjir dan ibu di rumah gelisah dengan musibah itu,” katanya.

Lima bersaudara ini mengaku sempat diejek oleh rekan satu kantornya karena banjir meluap hingga ke dalam rumahnya. "Sempat ketawain oleh teman itu. Ternyata beberapa jam setelah itu, kondisi tempat tinggal teman itu yang lebih parah," katanya. (US)

No comments