Breaking News

Aksi Bela Islam Jilid III di Sumbawa Berlangsung Damai

Tablig Akbar dan Ziki Bersama Umat Islam Sumbawa, Jumat (2/12/2016). Foto Ori Berita11.com


Sumbawa, Berita11.com— Aksi bela Islam jilid III di Kabupaten Sumbawa, Jumat (2/12/2016) siang berlangsung damai. Sekitar 400 orang umat Islam dari berbagai organisasi melaksanakan tablig akbar dan zikir bersama di halaman masjid besar Nurul Huda, jalan Sudirman Sumbawa Besar. Massa juga menyampaikan pernyataan sikap.

Kegiatan tablig akbar dan zikir bersama diikuti   Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah, Kapolres Sumbawa AKBP Muhammad, S.IK, Dandim Sumbawa Letkol. Arm Sumanto, S.Sos, Pejabat sementara Kepala Kemnag Sumbawa,  Drs. H. Syaifuddin, Ketua FKUB Sumbawa,  Drs. H. Umar Hasan, Ketua Ketua Komite Nasional Untuk Rakyat Palestina (KNRP) NTB, TGH. Ahmad Muklis.

Selain tokoh tersebut, tablig akbar dan zikir bersama juga diikuti Ormas di Sumbawa seperti  Nahdalatul Ulama, Muhamadiyah dan juga para mahasiswa UTS Kabupaten Sumbawa.

Sekretaris Forum Penegak Syiar Islam (FPSI) Kabupaten Sumbawa yang juga Ketua Forum Pembela Penistaan Agama (FPPA) Kabupaten Sumbawa mengatakan bahwa aksi bela Islam bukan untuk memecah belah umat dan bukan aksi tuntutan kepada agama tertentu atau etnis tertentu.

“Tapi siapapun penista agama   tidak bisa mendapat tempat di NKRI. Kegiatan ini juga bukan untuk melakukan aksi kepada pemerintah tapi benar-benar menuntut adanya penegakan hukum dan tangkap Ahok,” katanya

Saat membacakan pernyataan sikap, Ketua KPU Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmad meminta Kejaksaan RI menahan Ahok, mendesak penegak hukum agar tidak pandang bulu dalam memberikan hukuman kepada penista agama.

Selain itu, mendesak pemerintah agar tidak memberikan pembelaan kepada pelaku penistaan agama, mengimbau  seluruh masyarakat agar tetap mengawal proses hukum terhadap  Ahok hingga tuntas. Desakan lain mengimbau  umat muslim agar bersatu padu menjaga keutuhan agama Islam dan keutuhan NKRI.

Sementara Ketua Komite Nasional Untuk Rakyat Palestina (KNRP) NTB, TGH. Ahmad Muchlis mengatakan, tablig akbar dan zikir bersama adalah  murni menegakkan agama Islam. “Umat muslim ketika disakiti tidak pernah punya hati untuk melakukan balas dendam, Kita semua hadir untuk bela Islam. Mari kita ucapkan takbir tiga kali, Allahuakbar,” pintanya.

Pada bagian yang sama  Wabup Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah  mengingatkan, kegiatan tablig akbar dan zikir bersama meupakan kegiatan yang menggambarkan rasa persaudaraan  umat muslim di Kabupaten Sumbawa hingga Jakarta.

“Saya mengajak kepada semua masyarakat Sumbawa pererat rasa persaudaraan. Antara sesama toleransi agama sangatlah penting diperhatikan, karena negara kita adalah yg berlandaskan Pancasila. Masalah Ahok kita percayakan sepenuhnya pada penegak hukum,” ajaknya. (SK/*)

No comments