Breaking News

Indonesia jadi Sasaran Negara Non-Ekuator, Mengapa?

Panglima TNI, Gatot Nurmantyo saat Tiba di Sumbawa, Kamis (29/12/2016). Foto Berita11.com






















Sumbawa, Berita11.com— Sejumlah negara di dunia mengalami krisis energi dan pangan. Indonesia sebagai negara ekuator akan menjadi sasaran negara luar dalam merebut energi itu. Hal itu diingatkan oleh Panglima TNI, Jend.Gatot Nurmantyo ketika menyampaikan kuliah umum di kampus Universitas Samawa (UNSA), Kamis (29/12/2016) pagi.

Menurut Gatot, pertumbuhan penduduk setiap enam tahun sebanyak 1 miliar menjadi masalah. Padahal idelanya daya tampung bumi hanya 3-4 miliar sehingga keadaan bumi sudah melebihi kapasitasnya (overload).

Dikatakannya, Indonesia sedang mengalami krisis ekonomi sehingga menyebabkan berada pada urutan ke delapan, di bawah Perancis dan Ingris. Sejumlah negara akan mengalami konflik   hingga 70 persen karena masalah energi.

“Sehingga Indonesia yang menjadi salah satu negara lumbung pangan akan menjadi kompetisi negara adidaya,” ujar Gatot.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat ini juga mengingatkan ancaman dari luar dan dalam negeri. Beberapa ancaman itu diantaranya Laut Cina Selatan yang merupakan zona ekslusif menjadi lokasi ilegal fishing. Terbukti dari banyaknya kapal nelayan Cina yang ditangkap TNI.

“Kita sebenarnya sudah dikepung oleh negara asing yang mencoba ingin kuasai negara kita,” katanya.

Gatot menyebut sejumlah ancaman dari luar seperti masalah Narkoba. Dua persen atau 5 juta lebih penduduk Indonesia adalah pengguna Narkoba. Setiap tahun, 15 persen atau 20 juta berpotensi mengonsumsi barang haram itu.

“Indonesia yang kaya akan sumber alam, saat ini menjadi incaran dan rebutan negara luar. Hal ini harus diwaspadai,” ingat Gatot. (SK)

No comments