Breaking News

Ini Perspektif Kapolres Bima dan Akademisi soal Kriteria Pemimpin

Wakil Ketua IV STKIP Taman Siswa Bima, Damhuji saat Memaparkan Materi.


Bima, Berita11.com— Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) STKIP Taman Siswa Bima menggelar sarasehan kepemimpinan dengan mengusung tema Generasi Ungggul, Upaya Mewujudkan Pemimpin Muslim Berkualitas. Kegiatan dilaksanakan di auditorium Sudirman, Rabu (14/12/2016).

Ketua DPM STKIP Taman Siswa Bima, Zulfikar Alibuto mengatakan, persoalan kepemimpinan sangat penting difahami oleh mahasiswa terutama untuk mahasiswa yang berkecimpung dalam organisasi kemahasiswaan.

Akhir-akhir ini mahasiswa mengalami krisis kepemimpinan. Bahkan arah perjuangan sebagian mahasiswa sekarang mengalami disorientasi. Itu adalah alasan penting mengapa panitia mengusung tema persoalan kepemimpinan mahasiswa sebagai fokus kajian.

Sarasehan kepemimpinan dihadiri Kapolres Bima, AKBP M. Eka Fathurrahman, Ketua STKIP Taman Siswa Bima Dr Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si, dan Perwakilan dari BNN Bima.

Kapolres Bima, AKBP Eka Fathurrahman mengatakan kepemimpinan adalah seni mempengaruhi orang lain dalam mensukseskan tujuan bersama. Pemimpinlah yang menjadi inisiator, motivator, dan terdepan dalam menjalankan kegiatan apapun.

Menurut dia, pemimpin jaman sekarang harus lebih dekat dengan orang yang dipimpinnya dan memahami potensi orang yang dipimpinnya untuk kemajuan bersama. Hal itu juga diterapkan setelah menjabat sebagai Kapolres

“Harus terus dekat dengan masyarakat dan jika memungkinkan saya siap menerima keluhan, laporan, dan aspirasi apapun dari masyarakat kapanpun dan di manapun baik di kantor atau di luar kantor,” kata Eka.

Pria asli Wawo ini mengakui jika peran masyarakat sangat diperlukan. Apalagi melihat  personil Polisi yang terbatas.  Menurut perwira yang dimutasi dari Polda NTB ini,  pemimpin terbaik itu adalah yang meneladani kepemimpinan Rasulullah, yaitu yang memiliki sifar siddik, amanah, tablig, dan fathanah.
  
Saat menyampaikan pemaparan, Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Ibnu Khaldun lebih banyak memotivasi mahasiswa. Salahsatu yang disampaikan Ibnu, bahwa Kapolres Bima adalah sosok pemimpin muda Bima yang sukses dan dapat dijadikan sebagai inspirasi oleh mahasiswa dalam menggapai cita-cita.

Wakil Ketua IV STKIP Taman Siswa Bima, Damhuji, M.Pd.,M.A, mengurai, soal kepemimpinan adalah berbicara hal yang paling urgen dalam membangun peradaban. Hampir semua peradaban besar selalu dilprakarsai oleh seorang pemimpin. Bahkan perubahan besar yang dialami oleh berbagai daerah di Indonesia seperti kota Surabaya, Bandung, Banyuwangi, Bentaeng, Purwakarta dan beberapa daerah lainnya adalah diprakarsai oleh pemimpin seperti Tri Rismaharini, Ridwan Kamil, Azwar Anas, Prof Dr Nurdin Abdullah, Kang Dedi Mulyadi, dan tokoh lain.

Menurutnya, hanya daerah yang memilih pemimpin  hebat yang dapat mengalami perubahan dan kemajuan (progres). Jika setiap individu memilih pemimpin selalu dengan cara transaksional, maka tak bisa harap daerah dan bangsa  bisa maju.

Dalam perspektif agama Islam,  pemimpin  adalah sosok terbaik atau manusia yang memiliki kelebihan dari yang lain. Menjadi pemimpin dalam masyarakat Islam bukanlah sembarang orang tetapi harus memiliki kualifikasi tertentu, yaitu memiliki pengalaman atau ilmu yang mumpuni, kematangan emosial, dan kecerdasan spiritual.

Damhuji mencotohkan  pemimpin  masyarakat muslim seperti daerah Bima. Selain memahami manajerial dan leadership, pemimmpin  haruslah orang-orang yang memahami agama secara baik, taat beribadah, dan terus berjuang untuk kemaslahatan umat serta kemajuan agama Islam. (US)


No comments