Breaking News

Jauhi Gaduh, Warga dan PT SAP Diminta Bersabar

Aksi Warga Desa Oi Katupa dan Mahassiwa Menuntut Masalah HGU. Foto Berita11.com


Bima,  Berita11.com— Warga Desa Oi Katupa Kecamatan Tambora dan PT Sanggar Agro Persada (SAP) diharapkan sama-sama bersabar dan tidak terpancing dengan benih-benih konflik. Saat ini penyelesaian persoalan konflik agraria di wilayah itu hampir rampung.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbapolinmas) Kabupaten Bima, Drs Ishaka mengatakan, sesuai dengan rekomendasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, lahan 500 hektaar dibagi 300 hektar sebagai Hak Guna Usaha (HGU), 100 hektar untuk masyarakat Desa Piong Kecamatan Sanggar dan 100 hektar untuk Desa Oi Katupa.

“Dari 200 hektar itu,  di Oi Katupa 50 hektar untuk pemukiman warga dan 150 hektar untuk lahan pertanian. Inilah yang belum dibagi,” kata Ishaka kepada Berita11.com di Bakesbangpolinmas Kabupaten Bima, jalan Soekarno-Hatta, Jumat (2/12/2016).

Dikatakannya, berdasarkan hasil rapat koordinasi, Bupati Bima akan bersurat kepada PT SAP terkait rekomendasi Komnas HAM.  “Tinggal PT Sanggar Agro serahkan kepada pemerintah, kemudian pemerintah serahkan kepada masyarakat,” ujarnya

Menurutnya, jika dipersentasekan, penyelesaian konflik lahan di Tambora sudah mencapai 90 persen. “Kita menghimbau pihak perusahaan dan masyarakat untuk sabar dan sama-sama menahan diri. Semuanya memerlukan proses dan tahapan-tahapan, sekarng sudah 90 persen,” kata Ishaka.  (US)


No comments