Breaking News

Jumlah Calon Peserta Ujian di Sekolah ini hanya 13 Siswa

Kepala SDN 56 Kota Bima, Abdul Latif. Foto Berita11.com


Kota Bima, Berita11.com— Kebijakan pemerintah untuk terus membangun infrastruktur pendidikan tanpa mempertimbangkan potensi pelajar membuat distribusi murid di sejumlah sekolah tidak merata. Contohnya di SDN 56 Kota Bima. Setiap tahun jumlah siswa baru yang diterima sekolah setempat hanya belasan orang.

Hal tersebut diakui Kepala SDN 56 Kota Bima, Abdul Latif, S.Pd. Jumlah siswa yang pas-pasan juga tergambar dari calon peserta ujian nasional di sekolah setempat yang hanya berjumlah 13 orang.

“Jumlah siswa kita di sini memang sedikit. Jumlah calon pesertanya hanya 13 orang,” katanya kepada Berita11.com di SDN 56 Kota Bima, Rabu (7/12/2016).

Menurut Latif, sekolah setempat sudah berupaya maksimal menggaet siswa baru. Baik melalui sosialisasi maupun upaya ‘jemput bola’ dengan mengunjungi siswa sekitar sekoljah. Namun hasilnya tidak optimal karena banyak sekolah favorit yang berdiri di sekitar seperti SDN 21, SD Muhammadiyah, MIN Tolobali dan dua SD di Kelurahan Melayu.

Latif menyebut, jumlah  siswa  baru yang diterima tahun 2015 sebanyak 12 siswa, kemudian pada tahun 2016 sebanyak 17 siswa. Peningkatan terjadi setelah sekolah setempat berupaya membujuk masyarakat dengan memberikan beasiswa dan seragam gratis.

“Alhamdulillah berkat itu ada peningkatan bilan dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar dia.

Latif berharap pemerintah atau Dinas Dikpora mengeluarkan regulasi tentang standar kuota penerimaan siswa baru pada sekolah favorit sehingga sekolah lain yang berada di daerah pinggir, juga tetap dilirik masyarakat. “Bagaimana pun pengembangan sekolah juga dilihat dari jumlah murid,” katanya. (US)


No comments