Breaking News

Kantor Imigrasi Amankan WNA Ilegal Asal Mesir

Ibrahim Saad dan Istrinya Usai Diperiksa di Kantor Imigrasi Sumbawa. Foto Ori Berita11.com



Sumbawa, Berita11.com— Setelah belum lama ini mendeportasi Hidayu binti Ayu, Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia, Kantor Imigrasi Kelas II A Sumbawa Besar kembali mengamankan WNA ilegal asal Mesir, Ibrahim Saad (36).

WNA ilegal tersebut diamankan Kantor Imigrasi Kelas II A Sumbawa Besar setelah menerima laporan dari masyarakat. Setelah pengecekan lapangan, ternyata benar jika Ibrahim Saad tinggal di RT006/03 Desa Pototano Kecamatan Pototano Kabupaten Sumbawa Barat.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II A Sumbawa Besar, Drs Syahrifullah kepada Berita11.com mengatakan, pada hari pertama penelusuran, WNA ilegal itu tidak berada di Pototano. Berdasarkan informasi tetangganya, WNA itu sedang berada di luar desa bersama istri dan anaknya. Personil Kantor Imigrasi kemudian berinisiatif mencari nomor Ponsel pria itu.

“Ketika dihubungi ternyata tersambung dan akhirnya petugas menyuruhnya untuk datang ke kantor,” ujar Syahrifullah di Sumbawa.

Ibrahim Saad diketahui  tidak memiliki dokumen imigrasi maupun kelengkapan lain. Saat diproses, Ibrahim Saad mengaku sudah menikah sah secara agama dengan Tio Prihatiningsih (35) ketika berada di Mesir. Setelah itu keduanya memilih hidup di Indonesia. Pertamakali ke Indoneia delapan tahun silam, tujuannya Sumbawa Barat.

“Dengan alasan mengikuti istrinya Tio Prihatiningsih, melalui Bandara Soekarno-Hatta. Demi keamanan yang bersangkutan kita amankan dan sekaligus untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” ujar Syahrifullah.

Syahrifullah mengatakan, sesuai pengakuan WNA itu, Ibrahim Saad datang ke Indonesia setelah dilengkapai dokumen imigrasi dari Mesir. Namun ketika tiba di bandara, barang bawaanya hilang beserta dokumen. Saat ini Kantor Imigrasi Kelas II A Sumbawa Besar tengah mendalami kebenaran asal-usul status WNA itu agar memudahkan koordinasi dengan konsulat Mesir di Jakarta.

Sambil menunggu proses itu, Ibrahim Saad akan diwajibkan melapor secara rutin di Kantor Imigrasi, sehingga tetap terawasi sebelum proses deportasi nanti.

Bagaimana pengakuan Ibrahim Saad? Usai proses pemeriksaan di Kantor Imigrasi Kelas II A Sumbawa Besar, Jumat (2/12/2016) lalu, ia mengaku datang ke Indonesia untuk menetap dengan istrinya di Sumbawa Barat.

“Usai menikah di Mesir memang pada awalnya kami merencanakan untuk menetap di Sumbawa Barat, sesuai dengan tempat tinggal istri saya,” katanya kepada Berita11.com.

Ibrahim mengaku, saat awal berangkat dari Mesir, dokumen imigrasi dikantunginya. Namun ketika sampai di Bandara Soekarno-Hatta, seluruh dokumen itu hilang bersama barang lain. Persoalan itu sudah dilaporkannya ke Konsulat Mesir di Jakarta. Namun hingga kini belum ada jawaban.

“Hingga sampai saat ini khusunya saya tidak bisa bisa memilki dokumen tempat tinggal. Bahkan KTP saya tidak punya,” katanya.

Pria yang kini memiliki tiga anak ini tidak membantah hingga delapan tahun tinggal di Kabupaten Sumbawa Barat tidak pernah melapor ke Kantor Imigrasi. “Jujur saja saya tidak berani melaporkan diri karena tidak punya dokumen dan juga kendala dengan biaya, sehingga saya bertahan sembari menunggu informasi dari Konsulat Mesir di Jakarta,” ungkapnya.

Selama delapan tahun tinggal di Desa Pototano Kabupaten Sumbawa Barat, Ibrahim mengaku menjadi kuli bangunan untuk menafkahi istri dan tiga anaknya. “Tidak ada kegiatan lain yang saya lakukan selama ini kecuali menjadi kuli bangunan,” ujarnya. (SK)

No comments