Breaking News

Muscab PPP Kabupaten Sumbawa Digelar, Puluhan Pengurus Hadir

Pembukaan Muscab PPP Kabuapten Sumbawa yang Digelar di Hotel Cendrawasih. Foto Berita11.com


Sumbawa, Berita11.com— Musyawarah Cabang (Muscab) ke- VIII DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Sumbawa digelar di hotel Cendrawasih, Brang Biji Sumbawa Besar, sejak Jumat (30/12/2016) pagi. Kegiatan Muscab dihadiri Ketua DPW PPP Provinsi NTB, H Muhammad, SH, 24 Pengurus Anak Cabang  (PAC) dan 50 undangan.

Selain Ketua DPW PPP NTB, Muscab ke-VIII juga dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa, Drs H Rasyidi, Korwil DPD Pulau Sumbawa, Dr Umaiyah SH MH, Ketua DPC PPP Kabupaten Sumbawa, H Abdurrahman SH, Sekretaris DPC PPP Kabupaten Sumbawa, Ridwan SP dan pengurus DPW PPP NTB.

Ketua Panitia Muscab ke-VIII DPC PPP Kabupaten Sumbawa, M. Ismed SH mengatakan, kegiatan musyawarah terselenggaran atas dukungan banyak kalahan termasuk sesepuh partai di Sumbawa Besar.

“Untuk itu kami ucapkan banyak terima kasih. Semoga bantuan dan partisipasinya menjadi amal ibadah serta mendapat imbalan dari Allah SWT,” katanya saat menyampaikan laporan.

Ketua DPC PPP Kabupaten Sumbawa, H.Abdurahman SH, mengatakan, percepatan proses pemilihan yang dikemas dalam musyawarah cabang dilakukan untuk menghadapi pelaksanaan pemilihan kepala daerah secara serentak dalam waktu tak lama lagi.

Dikatakannya, selama ini   PPP selalu sabar menunggu hasil keputusan dari pusat yang mengalami pro dan kontrak terkait adanya dualisme dalam tubuh partai dari  tingkat pusat.
“Alhamdulillah kita menang. Secara syah PPP di bawa Djan Farid sudah bisa melakukan segala kegiatan partai,” katanya.

H Abdurrahman meminta kepada kader partai agar  menegakkan panji-panji PPP agar tetap berkibar di Sumbawa.  Kehadiran PPP di tengah masyarakat dapat menghilangkan perbedaan atau pembatas antara yang lemah dan kuat, si miskin dan kelompok kaya.

Menurut dia,  dalam tubuh PPP fersi Djan Farid belum ada tokoh yang tepat untuk memimpin.  Namun partai tetap menghargai siapun menjadi pemimpin, PPP harus mampu melahirkan keputusan dengan baik berdasarkan asas dan mengedepankan hasil musyawarah.

“Kalaupun ada persoalan yang memancing adanya kerusuhan di tubuh PPP saya pastikan itu bukan perbuatan dari kalangan partai PPP itu sendiri,” katanya.

Sementara itu, Pimpinan DPW PPP NTB,  H. Muhammad SH mengatakan Muscab ke-VIII di Kabupaten Sumbawa merupakan  yang terakhir dari 10 wilayah kota dan kabupaten se-NTB.

Muscab dipercepat  menyusul adanya intruksi dari KPU. Muscab digelar untuk menghadapi pemilihan sejumlah kepala daerah. Berdasarkan  hasil keputusan  30 November di Jakarta, maka pemenang  dualisme sudah final.

“Kita yang menang kalaupun ada yang menyatakan dirinya menang itu pembohongan besar. Ini yang perlu saya luruskan dan untuk diketahui oleh para pengurus PPP,  hanya saja saat ini  secara administrasinya masih dalam proses,sehingga  belum ada pengasahan secara menyeluruh PPP versi Djan Farid,” katanya.

Menurut dia, dengan adanya keputusan pengadilan  dan surat Kementrian Hukum dan HAM, maka  secara hukum PPP saat ini tidak ada lagi ada dua versi.

“Hanya PPP kita yang sah secara hukum. Artinya  pemerintah harus mengakui PPP Djan Farid. Kalau pendaftaran PPP tidak dilayani dalam waktu 7 hari oleh pemerintah terkait, maka akan salah besar dan itu akan melanggar hukum,” katanya.

Muhammad menyayangkan anggota DPRD tidak nampak hadir dalam kegiatan Muscab tersebut. Hal itu akan menjadi bahan evaluaasi pengurus.

“Kalau tidak bisa dibina kita binasakan. Jangan jadi duri dalam PPP!  berbicara hukum politik tidak ada kawan yang abadi itulah politik. Yang jelas para dewan yg duduk saat ini akan kita pertimbangkan ulang nantinya bahkan kita dapat melakukan tindakan PAW bila itu diperlukan untuk kemajuan PPP ke depan,” isyaratnya. (SK/*)

No comments