Breaking News

Protes Pemenang Lelang Tanah, Warga Sape Seruduk Kantor Bupati

Konsentrasi Warga di Ruangan Bagian Umum dan Perlengkapan, Rabu (14/12/2016). Foto Hamid


Bima, Berita11.com— Puluhan warga asal Desa Parangina, Sangia, Kaleo dan Rasa Bou Kecamatan Sape mendatangi Kantor Bupati Bima di Jalan Ponegoro Kota Bima, Rabu (14/12/2016) pagi. Warga menuntut kejelasan terkait penetapan surat keputusan (SK) pemenang lelang yang disinyalir sarat kepentingan para pejabat.
  
Warga sempat mengamuk dengan melempar kursi di ruangan Bagian Umun dan Perlengkapan Sekretariat Daerah Kabupaten Bima. Namun berhasil diredam aparat keamanan di lokasi.

Ismail (58), warga Desa Sangia Kecamatan Sape mengatakan maksud kedatangan warga untuk meminta kejelasan SK penetapan pemenang tanah yang dilelang. Sebab menurutnya nama-nama yang tercantum dalam lampiran merupakan para pedagang tanah bukan para petani desa setempat.

“Nama yang menang itu pera pedagang tanah. Posisinya sekarang tanah sudah ditanami tanaman,” ujarnya.

Sementara itu koordinator aksi, Judi (36), mengatakan peruntukan tanah lelang tidak sesuai harapan masyarakat. Pasalnya para petani yang biasa melakukan pelelangan atas nama kelompok tidak terakomodir dalam surat keputusan.

Karena masalah tak urung rampung, sehingga memaksa warga melakukan aksi lanjutan.

“Mestinyakan 20 are untuk masing-masing anggota kelompok. Baru kali ini terjadi. Di Sangia ada 42 petak yang dapat digarap 40 sampai 50 orang petani. Jika tidak digubris pemerintah, ini masalah bisa semakin parah,” katanya.

Dikonfirmasi, Kamis (15/12/2016), Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri (IDP) menegaskan proses lelang tanah akan dilakukan secara profesional. Hingga saat ini panitia masih bekerja dan belum diumumkan. 

"Saya rasa pengumuman belum ada dan yakin panitia profesional," katanya menjawab pertanyaan Berita11.com.  (ID/US)

No comments