Breaking News

Tuding Sekdes Labrak Aturan, Massa Demo Kantor Desa Lewintana

Aksi Massa di Depan Kantor Desa Lewintana. Foto Indrawan Berita11.com


Bima, Berita11.com— Puluhan orang menggelar aksi di depan kantor Desa Lewintana Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima, Kamis (8/12/2016) pagi. Mereka menuding Sekretaris Desa setempat memanfaatkan jabatan sebagai aparatur desa dan melabrak sejumlah peraturan.

Massa dikoordinir oleh Jasman. Massa datang ke kantor Desa Lewintana menggunakan sepeda motor dan mobil pick up. Secara bergantian wakil massa menyampaikan orang.
Massa menuding bahwa Sekdes setempat menyalahgunakan jabatan dan wewenang dengan terlibat dalam pelaksanaan proyek tanggul di Desa Lewintana sebesar Rp66 juta. Massa juga menilai tahap penyusunan RKPDES dan RPJMDES tidak sesuai Musrembang dusun dan Musrembang Desa.

Massa juga menuding Sekdes setempat menyalahgunakan anggaran Karang Taruna Desa Lewintana. Selain itu, Sekdes dinilai melanggar Pasal 20 Perda Kabupaten Bima Nomor 01 2015 yang melarang perangkat desa terlibat dalam pelaksanaan proyek.

Tidak hanya itu, massa juga meminta Bupati Bima menghentikan Sekdes setempat. Aksi massa dikawal aparat Kepolisian Sektor Soromandi. Aksi massa ditanggapi Kepala Desa Lewintana, Ibrahim.

Ibrahim menegaskan bahwa pelaksanaan proyek di Desa Lewintana sudah sah. Karena pelaksana seluruh pembangunan fisik yang bersumber dari APBDes ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) kepala desa. Termasuk pengerjaan tanggul di Dusun Lewintana. Awalnya Sekdes setempat menyampaikan kepada kepala desa bahwa ada sekelompok masyarakat di dusun Lewintan yang hendak melaksanakan pembangunan tanggul sehingga kepala desa mengeluarkan SK penetapan.

Soal tudingan massa lebih awal diklarifikasi oleh Sekdes Lewintana, Ardiansyah SPd. Melalui akun sosial media facebooknya yang juga ditag kepada Berita11.com. Menurutnya aksi massa salah sasaran. Persoalan utama di desa setempat APBDes perubanan belum bisa dilaksanakan karena masalah dengan BPD.

Kendati penyusunan Raperdes APBDes perubahan merupakan salah satu tugas Sekdes. Namun tanpa catatan hasil musyawarah, maka penyusunan tidak dilaksanakan. “Sekdes difitnah disebut melakukan pelanggaran dan lalai menjalankan tugas sehingga merugikan masyarakat,” ujar Ardiansyah. 

Hingga pukul 11.29 Wita, massa masih menggelar orasi. Mereka direspon oleh Kepala Desa setempat, Ibrahim. (IL)


Video saat Massa Menggelar Orasi



No comments