Breaking News

Antisipasi Praktik Pungli, ini Jawaban Diskoperindag Sumbawa

Kepala Diskoperindag Kabupaten Sumbawa, Drs H Arif, M.Si. Foto Syahrul Berita11.com


Sumbawa, Berita11.com— Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sumbawa memiliki komitmen memerangi praktik pungutan liar (Pungli). Bentuknya, SKPD setempat menerapkan pengawasan melekat secara internal.
Kepala Diskoperindag Kabupaten Sumbawa, Drs H Arif, M.Si mengaku  optimis dan mendukung  upaya memerangi praktik Pungli yang digelorakan pemerintah pusat hingga daerah.

“Kami dan kita semua harus mendukung sikap memerangi Pungli.  Karena itu adalah upaya Negara untuk menertibkan (kembali pada aturan yang benar, Red),” ujar  Arif  kepada Berita11.com di ruang kerjanya, Jumat (13/1/2017).

Menurut Arif, praktik Pungli hanya merusak tatanan Negara ini. Rakyat sedikit terabaikan karena resoser sumber–sumber pendapatan Negara disalahgunakan. Maka kehadiran tim saiber Pungli  kata dia, harus didukung penuh  dalam membasmi praktik Pungli.

“Tapi yang perlu diketahui juga, tim saiber Pungli harus bekerja dengan serius, aplikasi dari sebuah kewajiban tidak dijalankan dengan maksimal. Jangan sampai banyak lembaga yang dibentuk di Indonesia ini tidak mampu menyelesaikan masalah di Negara kita ini,” katanya.

Dia berharap  lembaga yang memiliki kewenangan  menumpas Pungli  mampu bekerja maksimal. Sehingga Indonesia termasuk kabupaten Sumbawa bersih dari praktik haram itu.
“Intinya kami memberikan supor dan dukungan kepada tim pembasmi Pungli itu,” paparnya.

Disinggung penguatan di SKPD yang dipimpinnya  terhadap praktik pungli, Arif mengaku, di jajaran memiliki pengawasan melekat. Artinya, pimpinan mengawasi sekertaris dan sekertaris mengawasi jajaran di bawah (pegawai).

“Kami di sini saling mengawasi antara satu sama lain. Sehingga apapun bentuk yang dilakukan dan dilaksanakan tetap dalam pemantauan bersama,” jelasnya.

Tidak hanya itu, lanjut Arif, dirinya juga tetap melakukan pembinaan terhadap jajaran pegawai di dinas setempat. Pembinaan itu seperti memberikan pemahaman, masukan dan arahan agar selalu bekerja sesuai dengan aturan dan mekanisme yang ada.

”Alhamdulillah selama ini belum ada pelanggaran yang terjadi di dinas kami ini,” terangnya.

Intinya, sambung Arif, pihaknya akan tetap mempertahankan profesionalitas dan selalu berkomitmen untuk tetap menjaga tugas dan tanggung jawab dengan baik. Terlepas dari hal itu, Arif berharap kepada seluruh jajarannya agar sadar dan taat terhadap aturan serta selalu menjalankan kewajiban sebagaimana yang tertuang dalam amanah yang diemban.

“Kami juga di sini berkomitmen untuk bisa mengubah marjin kemiskinan, GNP dan pendapatan masyarakat terutama mereka yang bergelimang usaha mikro kecil menengah dan koperasi. Bahkan kalau bisa kita bekali mereka dengan ilmu pengetahuan, modal dan lainya, agar kemampuan dan grade mereka naik,” tandasnya.(RUL)

No comments