Breaking News

Gara-gara Ban Bekas, 22 Warga Sumbawa Positif DBD

Tumpukan Ban Bekas. Foto Ist



Sumbawa, Berita11.com— Hingga pertengahan Januari 2017, Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa mencatat 22 warga positif terjangkit demam berdarah dengue (DBD). Angka tersebut meningkat, karena selama tahun 2016 lalu hanya tercatat 26 kasus DBD.

Sekretaris Dikes Kabupaten Sumbawa, Junaedi, A.Pt mengatakan,  kasus DBD umumnya disebabkan karena penumpukan ban bekas di sejumlah bengkel di Kabupaten Sumbawa. Ban bekas kerap menjadi sarang nyamuk.

“Sudah mencapai 22 kasus positif dan angka ini cukup meningkat apabila dibandikan pada tahun–tahun sebelumnya,” ujar Junaedi kepada Berita11.com, Selasa (17/1/2017).

Disebutkannya, berdasarkan data SKPD setempat, tahun 2016 kasus positif DBD ditemukan di  Moyo Hulu, Moyo Hilir, Moyo Utara Plampang dan Lape. Untuk mengantisipasi wabah itu Dikes menggandeng Polisi Pamong Praja, membersihkan sejumlah lokasi tumpukan ban bekas.

Junaedi mengatakan, jika kasus DBD terus meningkat, maka pemerintah akan menetapkan status kejadian luar biasa (KLB). Kasus meningkat dua kali lipat jika dibandingkan tahun 2016 lalu.

Untuk mengantisipasi kasus DBD, Bupati Sumbawa, H. Husni Djibril, B.Sc juga sudah melayangkan surat imbauan kepada setiap instansi untuk menggelar gotong royong dan gerakan 3 M.

Menurut Bupati Husni, ban bekas sangat berpotensi  sebagai sarang nyamuk. Apabila tumpukan ban disertai hujan, maka terserap dalam celah ban dan menjadi sarang nyamuk nyamuk.

“Karena hanya butuh waktu satu minggu untuk berkembang menjadi nyamuk dewasa,” katanya.

Berdasarkan hasil inspeksi Dikes Kabupaten Sumbawa di sejujmlah bengkel dan tambal ban, sejumlah pemilik bengkel enggan melaksanakan imbauan yang dikeluarkan pemerintah. (RUL)

No comments