Breaking News

Kabupaten Sumbawa "Darurat" Harga Cabai

Pedagang Cabai di Pasar Seketeng Sumbawa Besar. Foto Syahrul Berita11.com


Sumbawa, Berita11.com— Kenaikan harga cabai tidak hanya terjadi di sejumlah kota besar saja, akan tetapi juga terjadi di sejumlah daerah yang ada di Nusa Tenggara Barat (NTB). Di sejumlah  pasar  di kabupaten Sumbawa  harga cabai yang sebelumnya dijual dengan harga Rp40 ribu per kilogram, kini naik sampai Rp100 ribu per kilo. Kondisi inipun membuat posisi Kabupaten Sumbawa darurat harga cabai.

Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa, Lang Rudi SH, mengatakan, kenaikan harga cabai tersebut sudah berlangsung selama beberapa pekan.

“Kuat dugaan kenaikan harga ini karena pasokan cabai yang terbatas dan kenaikanya hampir terjadi dalam skala nasional,” ungkap Lang Rudi kepada Berita11.com di Diskoperindag Kabupaten Sumbawa, Jumat (13/1/2016).

Menurut Lang Rudi, solusi yang ditawarkan di tengah kenaikan harga cabai  yaitu, para pedagang harus menetapkan harga cabai yang  wajar. Begitu juga dengan konsumen agar bisa membatasi pembelian cabai dengan cara mengurangi konsumsi cabai.

“Kalau di rumah–rumah makan atau tempat lainya memang tidak bisa mengurangi ketersedian cabai. Akan tetapi kalau konsumen pasti bisa menguranginya,” katanya.

Lang Rudin meyakini jika permintaan cabai berkurang, maka harga cabai pun akan turun. Tidak hanya itu, kata dia, pihak–pihak terkait perlu juga mengawasi dan memantau aktivitas para oknum–oknum yang sengaja menimbun  cabai. Sebab, saat harga cabai tersebut naik, mereka malah memanfaatkan momentum kenaikan itu untuk mencari keuntungan yang besar.

“Semoga harga cabai di Kabupaten Sumbawa ini cepat turun. Karena kasihan para konsumen atau masyarakat harus membeli cabai dengan harga yang mahal,” tandasnya.

Sementara di lokasi terpisah, salah satu pedagang Cabai di pasar Seketeng Sumbawa Besar, Samsia (46) warga Kampung Mangge, Kabupaten Sumbawa Besar, kepada Berita11.com mengatakan, membenarkan jika harga cabai naik hingga Rp100 ribu per kilogram.

“Saya mengambil cabai di penjual pusat dengan harga Rp90ribu per kilo dan saya menjualnya Rp100ribu per kilo  juga,” jelasnya.

Samsia mengaku kenaikan harga cabai tidak mempengaruhi jumlah konsumen yang datang membeli daganganya.

“Sampai hari ini dagangan cabai yang saya jual tetap laris dan habis. Alhamdulillah keuntungan yang saya dapatkan dari menjual cabai lumayan banyak,” katanya. (RUL)

No comments