Breaking News

Kantor KUA dan UPT Dispertapa Madapangga Dikuasai Pemilik Lahan

Kantor UPT Dispertapa Kecamatan Madapangga Disegel Pemilik Lahan. Foto Fachri Berita11.com


Bima, Berita11.com— Puluhan kerabat H Abdul Majid Arsyad menyegel kantor KUA dan UPT Dispertapa Kecamatan Madapangga, Kamis (5/1/2017) sekira pukul 09.00 Wita. Aksi warga dilakukan karena pemerintah tak kunjung membayar ganti rugi lahan yang digunakan untuk pembangunan kedua kantor itu.

Munawir, salahsatu ahli waris H Abdul Majid, pemilik lahan mengaku aksi penyegelan terpaksa dilakukan kerabat ahli waris karena pemerintah tak kunjung memenuhi kesepakatan membayar ganti rugi lahan yang  digunakan untuk pembangunan kedua kantor itu.

“Aksi ini murni dari rumpun keluarga. Aksi ini harus kami lakukan demi hak kami yang diabaikan,” katanya.

Menurut dia, sudah 11 tahun lahan orangtuanya itu digunakan untuk kantor pemerintah. Namun hingga kini belum dibayar. Padahal beberapa tahun lalu sempat ada kesepakatan antara kepala daerah dengan kerabat tentang pembayaran.

“Sampai tahun 2015 kemarin, setiap tahun kami yang membayar SPPT lahan. Sementara yang menggunakan pemerintah. Kami menuntut ganti rugi selama penggunaan lahan kami 11 tahun,” katanya.

Munawir mengisyaratkan, kerabat H Abdul Majid akan terus menyegel KUA dan kantor UPT Dispertapa Madapangga hingga pemerintah membayar hak mereka. “Kami merasa dibohongi. Seandainya selama sebelas tahun lahan ini kami gunakan, sudah berapa keuntungan kami?” katanya.

Penyegelan kantor UPT Dispertapa dan KUA Madapangga dilakukan kerabat pemilik lahan dengan memasang spanduk yang berisi bahwa lahan setempat merupakan milik H A Majid Arsyad.

Sebelumnya, Kepala UPT Dispertapa Madapangga Akhyar, S.Pt mengantisipasi aksi penyegelan yang dilakukan kerabat pemilik lahan dengan memindahkan sejumlah inventaris dan dokumen penting kantor setempat. (IM)



Aksi Kerabat H A Majid Arsyad Menyegel Kantor UPT Dispertapa dan KUA Madapangga






No comments