Breaking News

Kelola Anggaran Miliaran, tapi Aparatur Desa Payah Hitung Nilai Pajak

Kepala Inspektorat Kabupaten Sumbawa, Drs. Hasan Basri. Foto Syahrul Berita11.com


Sumbawa, Berita11.com— Inspektorat Kabupaten Sumbawa melaksanakan pemantauan dan pengawasan terhadap ratusan desa yang kesulitan membuat laporan atau surat pertanggungjawaban (SPJ) penggunaan anggaran desa miliaran.

Dari hasil pemantauan itu, Tim Inspektorat menemukan persoalan utama yang menghambat pemerintah desa menyampaikan SPJ karena kendala sumber daya manusia (SDM) aparatur desa yang payah. Sulit menghitung nilai-nilai pajak dalam penggunaan anggaran.



Baca Juga:


Inspektur Kantor Inspektorat Kabupaten Sumbawa, Drs Hasan Basri mengatakan, secara umum penyerapan anggaran desa telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan peraturan yang ada. Hanya saja kendalanya saat ini pemerintah desa masih telat dalam mengajukan SPJ  ADD dan DDA.

“Kebanyakan pihak pemerintah desa kesulitan dalam pembuatan SPJ,” ujar Hasan kepada Berita11.com di Sumbawa Besar, Rabu (18/1/2017).

Atas dasar itu jelasnya, Inspektorat Kabupaten Sumbawa rutin melaksanakan pengawasan dan monitoring di sejumlah kantor pemerintah desa. Tujuan lainnya agar pemerintah desa mengunakan ADD dan DDA sesuai peruntukan sehingga tidak menimbulkan masalah pada tahun 2017.

“Seluruh jajaran kantor Inspektorat tergabung dalam 8 tim yang turun langsung ke masing– masing kantor desa yang ada di delapan kecamatan,” ujar Hasan. (RUL)

No comments